Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

POLRI BERSAMA KEMENDES PDT CANANGKAN PROGRAM DESA BERSINAR DAN POLIRAN, PERKUAT PENCEGAHAN NARKOBA HINGGA KE PELOSOK DESA

23
×

POLRI BERSAMA KEMENDES PDT CANANGKAN PROGRAM DESA BERSINAR DAN POLIRAN, PERKUAT PENCEGAHAN NARKOBA HINGGA KE PELOSOK DESA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, 30 OKTOBER 2026 Polri terus memperkuat langkah strategis dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sinergi lintas kementerian. Kali ini, Polri bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mencanangkan kegiatan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dan POLIRAN sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika hingga ke tingkat desa.

Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi kegiatan, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan arah kebijakan kolaborasi Polri bersama Kemendes PDT dalam mendorong keterlibatan masyarakat desa sebagai garda terdepan menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

Example 300x600

Program Desa Bersinar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang melibatkan pemerintah desa, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen warga.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk mengenali bahaya narkotika, mencegah masuknya jaringan peredaran gelap narkoba, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.

DESA MENJADI GARDA TERDEPAN PENCEGAHAN NARKOBA

Pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga pemerintahan desa.

Dalam konteks ini, kolaborasi Polri dan Kemendes PDT menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan pencegahan narkoba. Desa harus menjadi lingkungan yang aman, produktif, serta terbebas dari pengaruh jaringan peredaran narkotika.

Selain melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan narkotika, pendekatan preventif dan edukatif juga perlu diperkuat. Masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan, masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan pembangunan sosial ekonomi desa.

POLRI HADIR BERSAMA MASYARAKAT

Pencanangan Desa Bersinar dan POLIRAN juga menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, tetapi juga memberikan perlindungan, edukasi, pendampingan, dan membangun kepercayaan publik.

Baca Juga:  Polda Jabar Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Oknum Polisi Terbukti Melanggar Terancam PTDH

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan yang berkelanjutan. Pemerintah desa dan masyarakat dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Keberhasilan program ini nantinya perlu dilihat dari dampak nyata di lapangan, seperti meningkatnya kesadaran masyarakat, berkurangnya penyalahgunaan narkoba, serta terbentuknya lingkungan desa yang lebih aman dan sehat.

AGUS FLORES: GERAKAN PENCEGAHAN HARUS MENYENTUH MASYARAKAT PALING BAWAH

Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), Agus Flores, memandang sinergi Polri dan Kemendes PDT sebagai langkah yang patut didukung karena persoalan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penangkapan bandar dan pengedar. Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk keluarga dan desa.

Agus Flores menilai program seperti Desa Bersinar perlu dikawal secara berkelanjutan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi agenda formalitas.

“Desa harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama,” demikian pesan yang dapat menjadi penekanan dalam mendukung gerakan tersebut.

Ia juga berharap jajaran kepolisian di seluruh wilayah dapat membangun komunikasi aktif dengan masyarakat serta memberikan respons cepat terhadap laporan warga terkait dugaan peredaran narkoba.

PENCEGAHAN NARKOBA ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Pada akhirnya, keberhasilan Desa Bersinar dan POLIRAN tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar perubahan positif yang dirasakan masyarakat.

Desa yang aman dan bebas narkoba merupakan fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

Baca Juga:  Ketum Fast Respon Agus Flores Apresiasi Polres Cirebon Kota, Dinilai Cepat Merespons Keluhan Masyarakat

Sinergi Polri bersama Kemendes PDT diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, produktif, serta terlindungi dari ancaman narkotika.

Polri bersama masyarakat, desa kuat, generasi sehat, Indonesia bebas narkoba.

Red

Example 300250
Example 120x600
News

Jadikan 31 Oktober 2026 Polda Kalimantan Tengah secara…