JAKARTA, 21 OKTOBER 2026 Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (Fresredpon), Agus Flores, menyampaikan rencana menggelar silaturahmi bersama sejumlah pengacara senior yang disebutnya merupakan rekan satu angkatan. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Jakarta sebagai ajang mempererat persaudaraan sekaligus membahas dukungan terhadap gerakan Sahabat Suyudi (SAS).
Dalam keterangannya melalui pesan pada Rabu (21/10/2026), Agus Flores mengungkapkan bahwa dirinya berencana mengajak sekitar 180 pengacara senior untuk menghadiri pertemuan tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya membangun konsolidasi dan menyatukan dukungan terhadap sosok yang mereka dukung.
“Power steering, saya mau mengajak teman-teman saya, pengacara senior satu angkatan, sebanyak 180 pengacara, untuk mendukung Bapak Kapolri Suyudi. Rencananya saya akan mengadakan silaturahmi di Jakarta untuk membahas dukungan kepada SAS,” demikian inti pernyataan Agus Flores.
Menurut Agus, rencana tersebut bukan sekadar agenda pertemuan biasa. Ia menggambarkannya sebagai momentum untuk menunjukkan kekuatan jaringan persahabatan, komunikasi, dan konsolidasi yang selama ini dibangunnya.
2026 Disebut sebagai Momentum Pembuktian
Agus Flores juga menggunakan ungkapan metaforis tentang dirinya yang selama bertahun-tahun memilih bersikap tenang sebelum mengambil langkah yang lebih terbuka.
“Sudah saatnya saya mengeluarkan semua power saya. Dulu pura-pura menjadi kucing saja, karena sekarang semuanya sudah matang. Saya akan mengeluarkan jurus pamungkas,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan keyakinan Agus bahwa tahun 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan kiprah dan jaringan yang selama ini tidak banyak ia tampilkan ke ruang publik.
Ia turut menyampaikan bahwa konsolidasi yang direncanakannya tidak hanya melibatkan kalangan pengacara. Agus menyebut masih ada unsur organisasi dan jaringan pertemanan lain yang menurutnya berpotensi diajak membangun dukungan.
Namun, mengenai jumlah pihak yang akan terlibat, bentuk kegiatan, serta mekanisme konsolidasi tersebut, masih diperlukan penjelasan lebih lanjut. Rencana silaturahmi di Jakarta juga belum disertai keterangan mengenai tanggal dan lokasi pelaksanaan secara terperinci.
Sebut Jaringan Dayak dan Keluarga Ulama Jawa Timur
Dalam pesan lainnya, Agus Flores menyebut masyarakat Dayak dan keluarga ulama di Jawa Timur sebagai bagian dari jaringan yang menurutnya menunggu arahan darinya.
“Belum masyarakat Dayak, keluarga ulama Jawa Timur, menunggu perintah AF,” tulis Agus dalam pesannya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Agus ingin memperluas komunikasi dan konsolidasi melalui berbagai kalangan yang disebutnya memiliki hubungan atau kedekatan dengannya.
Meski demikian, penyebutan kelompok masyarakat tersebut merupakan pernyataan Agus Flores. Belum ada keterangan terpisah yang memastikan keterlibatan mereka secara resmi dalam agenda dukungan yang direncanakan.
Sahabat Suyudi dan Pesan Konsolidasi 2026
Agus Flores juga menyampaikan pesan, “2026 Sahabat Suyudi keluarkan taringnya.” Ungkapan tersebut menjadi gambaran semangat yang ingin ia bangun dalam menghadapi tahun 2026.
Dalam konteks pemberitaan ini, istilah “mengeluarkan taring” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk lebih aktif, menunjukkan kapasitas organisasi, serta memperkuat koordinasi di antara pihak-pihak yang memiliki tujuan sejalan.
Agus juga menyebut dirinya telah menjalani sekitar 20 tahun dengan memilih strategi yang ia gambarkan sebagai “menjadi kucing di Indonesia”. Ungkapan tersebut dapat dipahami sebagai metafora tentang sikap menahan diri, mengamati keadaan, dan menunggu momentum yang dianggap tepat.
Kini, ia mengisyaratkan keinginan untuk mengambil peran lebih terbuka melalui silaturahmi, komunikasi, dan konsolidasi jaringan.
Menekankan Silaturahmi dan Dukungan yang Terarah
Rencana Agus Flores mengumpulkan sekitar 180 pengacara senior menjadi salah satu agenda yang menarik untuk dicermati, terutama terkait bagaimana pertemuan itu akan diwujudkan dan apa hasil konkret yang nantinya diharapkan.
Di tengah rencana tersebut, pelaksanaan silaturahmi tetap perlu mengedepankan keterbukaan, komunikasi yang sehat, serta penghormatan terhadap aturan hukum dan independensi setiap pihak.
Dukungan terhadap figur publik maupun institusi, pada prinsipnya, merupakan pilihan masing-masing individu dan kelompok. Karena itu, bentuk dukungan yang dibangun melalui forum silaturahmi diharapkan tetap berlangsung secara sukarela, profesional, dan bertanggung jawab.
Bagi Agus Flores, 2026 tampaknya menjadi momentum untuk menunjukkan hasil dari jaringan dan hubungan yang selama ini ia bangun. Adapun realisasi rencana pertemuan, jumlah peserta yang hadir, serta tindak lanjut dukungan terhadap Sahabat Suyudi masih menunggu perkembangan berikutnya.
Red
