JAWA BARAT 21 OKTOBER 2026 Agus Flores, pengacara senior sekaligus Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara, menegaskan komitmennya untuk mengawal program Polri, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme, transparansi, pengawasan, dan penegakan kode etik anggota.
Menurut Agus Flores, dukungan terhadap Polri harus disertai pengawasan yang konstruktif agar setiap pelaksanaan tugas penegakan hukum tetap berlandaskan aturan dan menghormati hak masyarakat.
“Tidak boleh ada ruang bagi penyidik yang mengabaikan hak masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, rekayasa perkara, kekerasan, maupun penyalahgunaan kewenangan. Setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Bidpropam dalam mengawasi pelaksanaan tugas personel, termasuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat secara profesional dan akuntabel.
Agus Flores menegaskan, korban berhak memperoleh pelayanan yang manusiawi, informasi perkembangan perkara sesuai ketentuan, serta perlindungan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Dukungan terhadap Polri bukan sekadar memberikan pujian. Jika ada kekurangan, harus dievaluasi. Jika ada dugaan pelanggaran, harus diperiksa. Kami siap mengawal Polri agar semakin profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui slogan, tetapi harus dibuktikan dengan pelayanan yang adil, keterbukaan yang bertanggung jawab, serta ketegasan terhadap setiap pelanggaran yang terbukti.
Agus Flores menegaskan, Fast Respon Nusantara siap berperan melalui pemberitaan berimbang, penyampaian aspirasi masyarakat, dan pengawasan yang bertanggung jawab dengan tetap menghormati proses hukum.
“Polri yang kuat adalah Polri yang berani berbenah, tegas terhadap pelanggaran, dan hadir memberikan keadilan bagi masyarakat. Dukung institusinya, awasi pelaksanaannya, dan hormati proses hukum,” pungkasnya.
Red
