JAKARTA, 15 OKTOBER 2026 Pisces Handoko 93 menilai Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), Raden Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., M.H., atau yang dikenal sebagai Agus Flores, sebagai sosok sederhana yang memiliki jaringan luas dan komitmen terhadap institusi Polri.
Handoko mengaku pernah menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol), tetapi tidak menyelesaikannya. Dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa dirinya pernah nakal pada masa muda, tetapi kini telah memperbaiki diri dan lebih banyak memberikan nasihat kepada Agus Flores.
Menurut Handoko, Agus merupakan sosok yang berangkat dari latar belakang sederhana di Sulawesi Tengah, tetapi mampu membangun kepercayaan dan memimpin organisasi FRN dengan jangkauan nasional.
“Jangan meragukan Agus Flores. Dia memang anak desa yang merantau ke ibu kota, tetapi memiliki kemampuan membangun jaringan dan dipercaya sejumlah tokoh. Bagi saya, dia juga sosok yang mencintai Polri,” ujar Handoko.
Ia juga menyinggung latar belakang ayah Agus Flores yang, menurut penuturannya, pernah menempuh pendidikan Akpol pada 1968 sebelum memilih menekuni bidang arsitektur. Kisah tersebut, menurut Handoko, menjadi bagian menarik dari perjalanan keluarga Agus Flores.
Handoko menilai Agus tidak terlalu mengejar kemewahan maupun jabatan. Ia menggambarkan Agus lebih senang berkeliling Indonesia, bertemu masyarakat, dan menjalankan aktivitas organisasi.
Bahkan, Handoko menyebut Agus pernah dua kali mendapat tawaran menjadi wakil menteri pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, informasi mengenai tawaran tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
“Agus lebih senang hidup apa adanya, keliling Indonesia, dan bertemu masyarakat. Salah satu keinginannya adalah bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci, melihat keindahan Madinah dan Makkah,” tutup Handoko.
Bagi Handoko, kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan dan kemewahan, melainkan tentang kepercayaan, kesederhanaan, serta kesediaan untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
Redaksi



















