Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

AGUS FLORES SAYA TELAH MELEWATI TUJUH KAPOLRI, KINI DI ERA SUYUDI ARIO SETO SIAP PERKUAT SINERGI DENGAN POLRI

103
×

AGUS FLORES SAYA TELAH MELEWATI TUJUH KAPOLRI, KINI DI ERA SUYUDI ARIO SETO SIAP PERKUAT SINERGI DENGAN POLRI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, 28 OKTOBER 2026
Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara, Agus Flores, menyampaikan bahwa perjalanan dirinya sejak 2008 telah melewati tujuh sosok Kapolri sebelum memasuki era kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Menurut Agus, pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mengikuti dinamika institusi kepolisian dan menjalankan aktivitas di lapangan.

“Sejak 2008, saya telah melewati tujuh Kapolri. Sekarang, di era Kapolri Suyudi Ario Seto, saya ingin memperkuat sinergi dan mendorong seluruh anggota Fast Respon agar semakin aktif menjalankan tugas organisasi, khususnya membangun komunikasi dengan jajaran Humas Polri,” ujar Agus Flores.

Example 300x600

Kapolri pertama dalam perjalanan tersebut adalah Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, yang menjabat sejak 1 Oktober 2008 hingga 22 Oktober 2010. Pada masa kepemimpinannya, Bambang memimpin institusi Polri dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat.

Kepemimpinan kemudian beralih kepada Jenderal Polisi Timur Pradopo, yang menjabat sejak 22 Oktober 2010 hingga 25 Oktober 2013. Pergantian tersebut menjadi bagian dari kesinambungan kepemimpinan Polri yang terus menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat, dan penegakan hukum.

Selanjutnya, Jenderal Polisi Sutarman menjabat sebagai Kapolri sejak 25 Oktober 2013 hingga 16 Januari 2015. Dalam periode tersebut, Polri melanjutkan pelaksanaan tugas kelembagaan di tengah berbagai tantangan keamanan dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Tongkat kepemimpinan berikutnya dipegang Jenderal Polisi Badrodin Haiti, yang menjabat sejak 17 April 2015 hingga 14 Juli 2016. Masa kepemimpinannya menjadi bagian dari perjalanan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta melaksanakan tugas penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah Badrodin Haiti, Jenderal Polisi Tito Karnavian memimpin Polri mulai 14 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019. Pada masa kepemimpinannya, institusi kepolisian terus menjalankan berbagai program terkait pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pemeriksaan Mantan Kapolresta Banda Aceh dan Eks Kasat Narkoba Jadi Sorotan, Transparansi Penanganan Kasus Dipertanyakan

Kepemimpinan selanjutnya dipercayakan kepada Jenderal Polisi Idham Azis, yang menjabat sejak 1 November 2019 hingga 27 Januari 2021. Ia memimpin Polri dalam periode yang diwarnai berbagai tantangan nasional, termasuk kebutuhan menjaga keamanan dan mendukung penanganan pandemi COVID-19.

Kapolri berikutnya adalah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjabat sejak 27 Januari 2021 hingga pergantian kepemimpinan pada 1 Oktober 2026. Masa jabatannya menjadi bagian penting dari perjalanan institusi Polri sebelum tongkat kepemimpinan beralih kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Menyikapi perjalanan tujuh Kapolri tersebut, Agus Flores menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak mengubah arah utama yang ingin ia tekankan kepada jajaran Fast Respon, yakni menjaga konsistensi kerja di lapangan, membangun komunikasi yang baik, dan menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat secara bertanggung jawab.

“Bagi saya, melewati tujuh Kapolri merupakan bagian dari perjalanan panjang. Sekarang, di era Kapolri Suyudi Ario Seto, saya ingin anggota Fast Respon lebih aktif menjalankan tugasnya. Mereka harus berkoordinasi dengan Humas Polres dan Polda, mengikuti kegiatan yang relevan, serta memuat berita berdasarkan fakta,” tegas Agus.

Agus juga mengingatkan bahwa keberadaan anggota di Polres dan Polda bukan semata-mata untuk bertemu dengan Kapolres atau pejabat tertentu. Menurutnya, yang lebih penting adalah menjalankan tugas organisasi, membangun koordinasi dengan fungsi Humas, dan menghasilkan pemberitaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia turut mengungkapkan bahwa hubungan komunikasi dan kedekatan personal dengan Suyudi Ario Seto telah terjalin sebelum Suyudi menduduki jabatan Kapolri. Agus menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pribadinya dalam berinteraksi dengan lingkungan kepolisian. Pernyataan mengenai hubungan tersebut merupakan penuturan Agus Flores.

Di bawah kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto, Agus berharap Fast Respon Counter Polri Nusantara semakin mengutamakan profesionalitas, koordinasi, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas. Ia ingin anggota di daerah membuktikan keberadaan organisasi melalui kerja nyata, bukan sekadar jabatan atau kedekatan personal.

Baca Juga:  Hampir 2.000 Pelaku Narkoba Disebut Telah Ditangkap di Indonesia, Agus Flores Dukung Polri dan BNN Berantas Jaringan hingga ke Akar

“Yang saya tekankan adalah kerja nyata. Anggota harus hadir di wilayah tugasnya, berkoordinasi dengan Humas, menjaga etika, dan menyampaikan informasi yang benar. Sinergi harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Agus Flores.

Red

Example 300250
Example 120x600