Polri

Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Sekolah Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja

×

Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Sekolah Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini

TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota mengumpulkan kepala sekolah dan guru bagian kesiswaan tingkat SMP dan SMA untuk membahas langkah pencegahan tawuran serta kenakalan remaja yang menjadi perhatian di kalangan pelajar.

Rapat koordinasi tersebut digelar di Rupatama Lantai 6 Mako Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (11/8/2026). Pertemuan dipimpin Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi dan dihadiri Wakapolres AKBP Fiki Novian Ardiansyah serta sejumlah pejabat utama dan Kapolsek jajaran.

Dalam pertemuan itu, polisi dan pihak sekolah membahas berbagai langkah pencegahan, mulai dari pemetaan pelajar yang membutuhkan perhatian khusus, penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK), komunikasi dengan orang tua, hingga deteksi dini terhadap potensi tawuran, geng motor, kekerasan, dan tindak kriminal lainnya.

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar persoalan yang melibatkan pelajar dapat dicegah sejak dini.

“Mudah-mudahan dengan seperti ini komunikasinya jadi enggak ragu-ragu. Saya akan berikan semuanya yang saya bisa kasih, pelayanan kepolisian maksimal, totalitas,” kata Eko.

Eko juga meminta pihak sekolah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Guru BK didorong lebih aktif dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada siswa.

Selain itu, sekolah diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua, memantau perubahan perilaku siswa, serta memperhatikan lingkungan pergaulan mereka. Polisi juga meminta sekolah segera melaporkan apabila menemukan indikasi rencana tawuran atau aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Sekolah juga didorong mendata lokasi di luar pagar sekolah yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Baca Juga:  Tim Labfor Dari Polda Sumut Terjun Langsung Menyelidiki SPPG Pasca Siswa Keracunan di SMA Negeri Berastagi

Eko mengingatkan agar guru tidak memberikan stigma kepada siswa yang pernah bermasalah. Menurutnya, pembinaan harus diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku siswa menjadi lebih baik.

“Jangan melabel anak muridnya anak nakal, tapi kita ubah anak murid supaya ekstra kelakuannya,” ujar Eko.

Dalam sesi dialog, sejumlah guru turut menyampaikan kekhawatiran terkait tawuran yang berawal dari media sosial. Pihak sekolah juga meminta kepolisian ikut memantau lokasi yang sering digunakan pelajar untuk berkumpul hingga malam hari.

Menanggapi hal tersebut, polisi meminta sekolah segera menyampaikan informasi apabila menemukan akun atau unggahan di media sosial yang mengarah pada provokasi.

“Lakukan deteksi, kirim foto, video, shareloc, berikan kami informasi, kami akan tindak lanjuti,” tegas Eko.

Menurutnya, informasi sekecil apa pun dapat menjadi bahan bagi kepolisian untuk melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Sementara itu, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah menyoroti penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Ia menilai orang tua, guru, dan kepolisian harus bersama-sama mengawasi penggunaan media sosial anak.

Fiki meminta para guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak hukum dari penggunaan media sosial secara tidak bijak. Pelajar juga diingatkan agar tidak sembarangan mengunggah konten di media sosial karena jejak digital tidak mudah dihapus.

“Kita perlu tekankan anak didik kita bahwa jejak digital tidak bisa hilang. Kita harus kasih tahu anak didik kita agar bijak dalam bermedsos. Jangan sekali-sekali mengunggah konten yang negatif,” ujarnya.

Polres Metro Tangerang Kota menyebut koordinasi dengan pihak sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun early warning system atau sistem peringatan dini untuk mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, kekerasan, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja.

Baca Juga:  Ini Prestasi Kapolri, Terakhir ini, Membuat Bangga Presiden Prabowo

Polisi berharap jalur komunikasi antara sekolah dan kepolisian semakin cepat sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat segera dideteksi dan ditangani sebelum terjadi.