JAKARTA, 1 NOVEMBER 2026
Program Subuh Keliling yang digagas sebagai salah satu pendekatan untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat dinilai perlu terus dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Program ini bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, melainkan juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pernyataan Kapolri mengenai pentingnya kegiatan Subuh Keliling diharapkan menjadi semangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus hadir di tengah masyarakat. Program tersebut perlu dijaga agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pengabdian Polri.
MEMBANGUN KEDekATAN POLRI DENGAN MASYARAKAT
Melalui kegiatan Subuh Keliling, anggota kepolisian dapat membangun kedekatan dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen sosial.
Masjid menjadi salah satu ruang silaturahmi yang mempertemukan aparat kepolisian dengan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Selain melaksanakan salat Subuh berjamaah, kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta mencari solusi atas berbagai persoalan sosial di lingkungan setempat.
SUBUH KELILING BUKAN SEKADAR SEREMONIAL
Nilai utama program ini terletak pada konsistensi dan ketulusan pelaksanaannya.
Polri diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, membangun persaudaraan, memberikan keteladanan, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi setiap personel untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan integritas, serta mengingat kembali bahwa tugas kepolisian merupakan amanah dan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
MENJADI BUDAYA POSITIF DI SELURUH JAJARAN
Program Subuh Keliling diharapkan dapat terus dilaksanakan oleh jajaran Polda, Polres hingga Polsek dengan melibatkan masyarakat secara sukarela dan penuh kebersamaan.
Pelaksanaannya harus mengedepankan pendekatan humanis, tidak memaksakan keikutsertaan, serta menghormati keberagaman masyarakat.
Jika dilakukan secara konsisten, kegiatan ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kepolisian dan masyarakat.
PESAN UTAMA: POLRI HADIR BUKAN HANYA SAAT ADA MASALAH
Mempertahankan Program Subuh Keliling berarti menjaga ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepercayaan, komunikasi, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
Harapannya, Subuh Keliling menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra Polri yang humanis, religius, dekat dengan rakyat, dan senantiasa mengutamakan pelayanan.
Polri bersama masyarakat, membangun kedamaian, menjaga persatuan, dan mengabdi untuk Indonesia.
Red



















