Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

MENELUSURI JEJAK PASUKAN BHAYANGKARA: BERAWAL DARI ERA MAJAPAHIT, MENJADI INSPIRASI SEJARAH KEPOLISIAN INDONESIA

33
×

MENELUSURI JEJAK PASUKAN BHAYANGKARA: BERAWAL DARI ERA MAJAPAHIT, MENJADI INSPIRASI SEJARAH KEPOLISIAN INDONESIA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA 30 Oktober 2026 Sejarah Pasukan Bhayangkara memiliki jejak panjang yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah Nusantara, khususnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293.

Dalam perjalanan Kerajaan Majapahit, dikenal pasukan Bhayangkara yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, mengawal lingkungan kerajaan, serta melindungi raja dan pusat pemerintahan.

Example 300x600

Keberadaan pasukan tersebut menjadi bagian dari gambaran sistem keamanan kerajaan pada masa itu. Bhayangkara bukan sekadar pasukan pengawal, melainkan simbol kesetiaan, kedisiplinan, keberanian, dan pengabdian kepada kerajaan.

Nama Bhayangkara kemudian memiliki makna historis yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Nilai-nilai pengabdian dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan menjadi salah satu inspirasi yang melekat pada identitas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

MAJAPAHIT DAN NILAI PENGABDIAN BHAYANGKARA

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14, terutama pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada.

Dalam berbagai kisah sejarah Majapahit, pasukan Bhayangkara dikenal memiliki hubungan erat dengan pengamanan lingkungan kerajaan. Sosok Gajah Mada juga kerap dikaitkan dengan pasukan tersebut dalam tradisi sejarah dan karya sastra yang berkembang kemudian.

Perjalanan sejarah ini memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap keamanan, ketertiban, perlindungan pemimpin, dan stabilitas pemerintahan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara sejak berabad-abad silam.

BHAYANGKARA MENJADI IDENTITAS KEPOLISIAN INDONESIA

Dalam perkembangan Indonesia modern, istilah Bhayangkara kemudian digunakan sebagai identitas yang melekat pada institusi Polri.

Maknanya tidak hanya berkaitan dengan sejarah masa lalu, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Semangat Bhayangkara seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuatan aparat keamanan bukan semata-mata terletak pada kewenangan dan seragam, melainkan pada integritas, profesionalisme, keberanian, serta kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:  23 Pengacara Senior Bergabung dengan FRN, Siap Dukung Program Kapolri SAS, Agus Flores Optimistis Jumlahnya Tembus 100 Orang

WARISAN SEJARAH, TANGGUNG JAWAB MASA DEPAN

Dari perjalanan Majapahit hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, nama Bhayangkara menjadi penghubung simbolis antara sejarah pengamanan di Nusantara dan tanggung jawab kepolisian pada era modern.

Tantangan kepolisian saat ini tentu jauh berbeda dengan masa kerajaan. Namun, nilai dasar pengabdian, loyalitas terhadap tugas, kedisiplinan, dan keberanian dalam melindungi masyarakat tetap relevan untuk dijaga.

Bhayangkara bukan hanya sebuah nama yang diwariskan sejarah. Bhayangkara adalah identitas pengabdian yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata, pelayanan yang humanis, penegakan hukum yang adil, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Sejarah boleh berawal dari masa Majapahit, tetapi kehormatan Bhayangkara harus terus dibuktikan pada masa kini dan masa depan.**

Majapahit didirikan Raden Wijaya pada 1293. Namun, istilah Bhayangkara tidak tepat jika langsung disebut baru lahir pada tahun tersebut. Sejumlah sumber menyebut istilah itu telah dikenal sejak era Singasari, sedangkan pasukan Bhayangkara kemudian lekat dengan kepemimpinan Gajah Mada di Majapahit.

“Bhayangkara memiliki akar sejarah panjang. Dari pasukan penjaga kerajaan pada masa Nusantara hingga menjadi identitas Polri, semangat pengabdian harus tetap hidup: melindungi rakyat, menjaga keamanan, dan menegakkan keadilan.”

Red

Example 300250
Example 120x600