JAKARTA, 28 OKTOBER 2026
Ingat 27 DSWAN Pimpinan Daerah, sebuah pesan penuh makna disampaikan Sultan Besuki, Raden Mas MH Agus Rugiarto, SH., MH. Pesan tersebut mengandung nilai kehidupan tentang loyalitas, keteladanan, sikap baik terhadap sesama, serta pentingnya kebijaksanaan dalam menaruh kepercayaan kepada orang lain.
Sebagai murid yang menyatakan loyalitas kepada gurunya, Jenderal Agus Adrianto, SH., MH., yang disebut sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Sultan Besuki menekankan bahwa loyalitas sejati bukan sekadar ucapan, melainkan tercermin melalui sikap, penghormatan, konsistensi, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pesannya, ia menyampaikan sebuah ungkapan reflektif yang sarat makna:
“Dulu saya berbuat baik kepada orang lain. Sekarang, saya tetap memilih berbuat baik dan memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya.
Berprasangka baiklah kepada semua orang, tetapi jangan sekali-kali menganggap bahwa semua orang pasti baik.”
Pesan tersebut mengingatkan bahwa kebaikan merupakan prinsip yang harus dijaga, sekalipun seseorang pernah mengalami kekecewaan, menghadapi perbedaan pandangan, atau berhadapan dengan perilaku orang lain yang tidak sesuai harapan.
Menurut nilai yang terkandung dalam ungkapan itu, berbuat baik bukanlah kelemahan. Sebaliknya, kebaikan menunjukkan kedewasaan, pengendalian diri, dan kemampuan seseorang untuk tetap menjaga kehormatan tanpa harus membalas perlakuan buruk dengan keburukan.
Namun, kebaikan juga perlu disertai kewaspadaan. Tidak semua orang yang menunjukkan sikap ramah memiliki niat yang sama. Karena itu, kepercayaan sebaiknya dibangun melalui proses, pembuktian, integritas, dan konsistensi tindakan, bukan semata-mata berdasarkan kata-kata atau penampilan.
LOYALITAS, ETIKA, DAN KEBIJAKSANAAN
Dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam sebuah organisasi, loyalitas kepada guru, pemimpin, dan orang yang telah memberikan bimbingan merupakan bentuk penghargaan terhadap ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.
Meski demikian, loyalitas yang bermartabat harus berjalan beriringan dengan integritas, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. Loyalitas bukan berarti mengabaikan kebenaran, melainkan tetap menjaga kehormatan, menjunjung etika, dan memberikan dukungan melalui tindakan yang positif.
Pesan Sultan Besuki ini juga menjadi pengingat bagi para pimpinan daerah agar senantiasa menjaga hubungan antarsesama dengan mengedepankan rasa hormat, komunikasi yang baik, dan sikap saling menghargai. Dalam menjalankan tanggung jawab, setiap pemimpin perlu mampu membedakan antara keramahan, kepercayaan, dan komitmen yang benar-benar dibuktikan melalui perbuatan.
Kebaikan tidak harus ditinggalkan hanya karena pernah dikecewakan. Sebaliknya, pengalaman seharusnya menjadi pelajaran untuk lebih bijaksana dalam menentukan sikap dan memilih orang yang layak mendapatkan kepercayaan.
PENUTUP: TETAP BAIK, TETAP TEGAS, DAN TETAP BIJAKSANA
Inti pesan Raden Mas MH Agus Rugiarto, SH., MH., adalah ajakan untuk tetap menjadi pribadi yang baik tanpa kehilangan kewaspadaan. Menghormati orang lain tidak berarti harus mempercayai semua orang tanpa batas. Membantu sesama tidak berarti mengabaikan pertimbangan yang matang.
Sikap terbaik adalah tetap berbuat baik, menjaga perkataan, menghormati guru, menghargai sesama, serta menilai seseorang berdasarkan integritas dan perbuatannya.
Sebab, karakter seseorang tidak hanya terlihat ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga ketika menghadapi perbedaan, ujian kepercayaan, dan berbagai tantangan kehidupan.
Tetaplah berbuat baik tanpa harus menjadi naif. Tetaplah rendah hati tanpa kehilangan ketegasan. Dan tetaplah menghormati orang lain tanpa menyerahkan kepercayaan secara membabi buta.
Itulah pesan kehidupan yang relevan bagi para pimpinan, anggota organisasi, dan masyarakat luas: kebaikan harus menjadi prinsip, sedangkan kepercayaan harus dibangun dengan kebijaksanaan.
Red



















