Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

BERSEJARAH! KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO ZIARAH KE MAKAM ABU BEUREUEH DI PIDIE, ACEH

124
×

BERSEJARAH! KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO ZIARAH KE MAKAM ABU BEUREUEH DI PIDIE, ACEH

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta 24 OKTOBER 2026
Sebuah momen bersejarah mewarnai kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto di Provinsi Aceh. Pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026, Kapolri melaksanakan ziarah ke makam Teungku Muhammad Daud Beureueh, yang dikenal luas sebagai Abu Beureueh, ulama kharismatik sekaligus tokoh penting dalam perjalanan sejarah Aceh.

Ziarah tersebut menjadi perhatian karena, berdasarkan informasi kegiatan yang disampaikan, kunjungan ini tercatat sebagai kunjungan pertama seorang Kapolri ke makam Abu Beureueh. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di makam tokoh bersejarah tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghadirkan pesan tentang penghormatan terhadap ulama, sejarah perjuangan, dan nilai-nilai kebangsaan.

Example 300x600

Kapolri hadir didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, serta Pangdam Iskandar Muda. Kehadiran unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

Ziarah Bersejarah, Menghormati Ulama dan Perjalanan Bangsa

Sosok Abu Beureueh memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Aceh. Ia dikenal sebagai ulama berpengaruh yang kiprahnya melampaui kehidupan keagamaan dan turut mewarnai dinamika sosial serta politik Aceh pada masa perjuangan dan setelah kemerdekaan Indonesia.

Ziarah Kapolri ke makam tokoh tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan sejarah, menghormati jasa para pendahulu, serta memahami pentingnya pendekatan yang menghargai nilai-nilai lokal dalam membangun hubungan antara institusi negara dan masyarakat.

Di Aceh, ulama memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan budaya. Karena itu, penghormatan terhadap tokoh ulama bersejarah dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan merawat semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Usai Pengungkapan Kasus Narkotika Internasional

Baca Juga:  Politisi Golkar Pusat, Ketum Perkumpulan Wartawan FR Polri, Mendukung Kapolri Berantas Narkoba, Peran Propam Se Indonesia Garda Terdepan

Ziarah tersebut berlangsung setelah pengungkapan kasus narkotika internasional di wilayah Aceh, sebagaimana informasi yang disampaikan mengenai rangkaian kegiatan kunjungan Kapolri.

Konteks ini memberikan dimensi tersendiri bagi agenda kunjungan tersebut. Di satu sisi, aparat penegak hukum dituntut bertindak tegas terhadap jaringan peredaran narkotika yang mengancam masa depan generasi bangsa. Di sisi lain, upaya menjaga keamanan perlu berjalan seiring dengan pendekatan sosial, penghormatan terhadap tokoh masyarakat, serta penguatan kemitraan dengan berbagai elemen daerah.

Pemberantasan narkotika bukan semata-mata persoalan penindakan hukum. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan perlindungan generasi muda, ketahanan keluarga, keamanan lingkungan, dan masa depan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan di Aceh, pesan yang mengemuka adalah bahwa penegakan hukum dan pendekatan kebangsaan dapat berjalan beriringan. Ketegasan terhadap kejahatan harus tetap dibarengi penghormatan terhadap sejarah, budaya, serta kearifan masyarakat setempat.

Memperkuat Persatuan dan Kepercayaan Masyarakat

Kehadiran Kapolri di makam Abu Beureueh juga dapat dimaknai sebagai momentum refleksi mengenai pentingnya membangun institusi negara yang dekat dengan masyarakat dan menghargai tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh historis.

Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat merupakan unsur penting dalam menjaga keamanan yang berkelanjutan. Stabilitas tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, kepercayaan, dan komitmen bersama untuk melindungi kepentingan masyarakat.

Momen ziarah di Pidie ini pun menjadi pengingat bahwa sejarah tidak boleh dipisahkan dari upaya membangun masa depan. Penghormatan terhadap para tokoh terdahulu dapat menjadi landasan moral untuk memperkuat persatuan dan menjaga kehidupan berbangsa di tengah berbagai tantangan.

Ziarah Kapolri Suyudi Ario Seto ke makam Abu Beureueh pada 24 Oktober 2026, dengan demikian, menjadi agenda yang memiliki makna historis dan simbolis. Selain mengenang sosok ulama yang berpengaruh dalam perjalanan Aceh, kegiatan ini membawa pesan tentang pentingnya sinergi, penghormatan terhadap sejarah, serta komitmen menjaga keamanan dan persatuan Indonesia.

Baca Juga:  Minggu Kasih Bersama Jemaat GBI Rock Palangka Raya, Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama

Sejarah dihormati, hukum ditegakkan, persatuan bangsa diperkuat.

Example 300250
Example 120x600