Jakarta 20 Oktober 2026 Aksi yang dimotori oleh Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Jilid III ini sempat memicu kericuhan hingga berujung pada penyegelan kantor gubernur.
Berikut adalah poin-poin penting terkait jalannya demonstrasi tersebut:
• Penyebab Aksi: Massa memprotes kelalaian pemerintah dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap pekat yang telah melanda wilayah Kalteng selama 4 bulan terakhir hingga membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya.
• Jalannya Kericuhan: Aksi sempat memanas ketika massa merangsek masuk dan mendobrak pagar kantor gubernur. Ketegangan memuncak setelah Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, sempat menemui massa aksi tanpa memberikan pernyataan tertulis, lalu meninggalkan lokasi dengan alasan ingin menunaikan ibadah shalat dan dilaporkan pergi menemui Kepala BNPB di Pulang Pisau. Kekecewaan ini membuat mahasiswa melancarkan aksi teatrikal dan membentangkan spanduk bertuliskan “Kantor Disegel” di depan lobi utama serta akses ruang rapat pejabat.
• Tuntutan Utama: Aksi membawa total 9 tuntutan, di antaranya:
1. Mendesak Gubernur Kalteng menetapkan karhutla sebagai bencana nasional dalam waktu 2×24 jam.
2. Menuntut audit total dan pencabutan izin konsesi bagi perusahaan yang terbukti memicu karhutla.
3. Membawa replika jasad/pocong sebagai simbol kelumpuhan dan penderitaan kesehatan masyarakat akibat menghirup udara beracun.
4. Menuntut penyelesaian krisis air bersih, kelangkaan BBM, serta pemadaman listrik di Kalteng
Sempurnakan
Red



















