News

MELALUI JUMAT KELILING, WAKAPOLDA KALTENG AJAK MASYARAKAT PERANGI HOAKS DAN JAGA KAMTIBMAS

11

Jakarta 31 OKTOBER 2026

PALANGKA RAYA Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan Wakapolda Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H., saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Natabel Janah, Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Dalam khutbahnya, Wakapolda menyampaikan pesan penting mengenai perlunya menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial, termasuk keterlibatan kalangan remaja yang terkadang belum memahami dampak dari informasi yang mereka sebarkan.

Wakapolda menegaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran penting dalam membimbing dan mengawasi aktivitas digital anak-anak.

“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anaknya. Ajarkan anak kita untuk tabayyun, saring sebelum sharing. Jangan sampai anak kita ikut menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten provokatif di media sosial yang dapat menimbulkan keresahan dan bahkan berujung pada pelanggaran hukum,” ujar Wakapolda dalam khutbahnya.

Menurutnya, rendahnya literasi digital dan kurangnya pengawasan keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat generasi muda mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, edukasi mengenai penggunaan gadget secara sehat, serta keteladanan dalam memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.

Selain mengingatkan bahaya hoaks, Wakapolda juga mengajak masyarakat untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan keluarga. Artinya, setiap individu harus memiliki kesadaran untuk menjaga perilaku, menghindari tindakan yang melanggar hukum, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas maupun penyebaran informasi palsu yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan humanis dan religius. Program ini sekaligus menjadi bagian dari Cooling System untuk mempererat silaturahmi, membangun kepercayaan publik, serta memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pesan-pesan Kamtibmas tidak hanya berhenti di lingkungan masjid, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

menjaga keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Begitu pula dalam menghadapi hoaks, masyarakat harus lebih cerdas, tidak mudah terprovokasi, dan selalu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Sempurnakan fotonya di atas
Redaksi

News

Jadikan 31 Oktober 2026 Polda Kalimantan Tengah secara…

Exit mobile version