Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Agus Flores Penggagalan 1,16 Ton Ketamin Harus Jadi Momentum Memutus Jaringan Narkotika Internasional

168
×

Agus Flores Penggagalan 1,16 Ton Ketamin Harus Jadi Momentum Memutus Jaringan Narkotika Internasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, 24 OKTOBER 2026
Ketua Umum PW Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, menilai penggagalan penyelundupan ketamin seberat sekitar 1,16 ton dengan nilai yang disebut mencapai Rp3,48 triliun menjadi pengingat pentingnya memperkuat perang melawan peredaran gelap narkotika. Upaya pemberantasan tidak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi harus dilanjutkan dengan pengungkapan jaringan yang berada di balik penyelundupan.

Menurut Agus Flores, penindakan terhadap narkotika dalam jumlah besar perlu diikuti penyelidikan menyeluruh untuk menelusuri asal barang, jalur masuk, calon penerima, serta pihak-pihak yang diduga terlibat. Langkah tersebut penting agar jaringan tidak sekadar kehilangan satu pengiriman, tetapi benar-benar menghadapi proses hukum hingga ke akar-akarnya.

Example 300x600

Ia juga mengapresiasi sinergi aparat penegak hukum, termasuk Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai, dalam menghadapi ancaman penyelundupan narkotika lintas negara. Koordinasi antarlembaga dinilai menjadi faktor penting untuk memperketat pengawasan jalur laut, pelabuhan, dan arus barang yang berpotensi dimanfaatkan sindikat.

Bagi Agus Flores, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak cukup diukur dari besarnya nilai barang yang disita. Hasil penindakan juga harus terlihat dari kemampuan aparat membongkar struktur jaringan, mengidentifikasi para pelaku, serta menindak setiap pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku.

“Jangan sampai penindakan hanya berhenti pada barang bukti. Jaringan di belakangnya harus ditelusuri agar mata rantai peredaran narkotika dapat diputus,” demikian pesan yang perlu menjadi perhatian dalam upaya pemberantasan narkoba.

Selain penegakan hukum, Agus Flores menekankan pentingnya pencegahan dan perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda. Peredaran narkotika bukan hanya persoalan kriminalitas, melainkan juga ancaman terhadap kesehatan, ketahanan keluarga, dan masa depan bangsa.

Karena itu, pengawasan terhadap jalur distribusi perlu berjalan beriringan dengan edukasi masyarakat, penguatan intelijen, serta penelusuran aliran dana yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Baca Juga:  Ketum Fast Respon Katakan Bubarkan Ombusman, Atau Di Pidana

Agus Flores berharap sinergi Polri, BNN, dan Bea Cukai terus diperkuat melalui langkah yang profesional, terukur, dan berkelanjutan. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Pada akhirnya, keberhasilan perang melawan narkotika bukan hanya tentang berapa ton barang terlarang yang berhasil digagalkan, melainkan juga seberapa jauh aparat mampu memutus jaringan peredaran dan mencegah narkoba menjangkau masyarakat.

Red

Example 300250
Example 120x600