Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Malam Ini, Ketum Fast Respon Agus Flores Apresiasi Pengungkapan Pabrik Tramadol Terbesar di Jawa Barat, Produksi Ditaksir Capai 8 Juta Butir per Hari

60
×

Malam Ini, Ketum Fast Respon Agus Flores Apresiasi Pengungkapan Pabrik Tramadol Terbesar di Jawa Barat, Produksi Ditaksir Capai 8 Juta Butir per Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta .19 OKTOBER 2026 Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Satresnarkoba Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat dalam mengungkap dugaan pabrik dan gudang produksi obat keras ilegal jenis Tramadol dan Hexymer di kawasan Pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung, pada Minggu (18/10/2026).

Agus Flores mengaku baru menerima informasi mengenai penggerebekan tersebut pada malam ini.

Example 300x600

“Informasi penyergapan, saya dapat baru malam ini,” ujar Agus Flores.

Pengungkapan ini menjadi perhatian serius karena fasilitas yang diduga digunakan untuk memproduksi obat keras ilegal tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 8 juta butir per hari. Skala produksi yang disebutkan itu menunjukkan pentingnya pendalaman menyeluruh terhadap dugaan jaringan produksi dan distribusinya.

Polisi Gerebek Tiga Lokasi di Kawasan Bizpark Kopo

Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian melakukan penindakan di tiga lokasi atau bangunan yang saling berdekatan di kompleks Pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung.

Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi, di antaranya obat-obatan siap edar dalam jumlah besar, bahan baku yang tersimpan di dalam puluhan drum, mesin cetak, mesin pemanas, telepon seluler, laptop yang diduga menyimpan data penjualan, serta buku rekening.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, jumlah obat yang berkaitan dengan pengungkapan tersebut disebut mencapai ratusan ribu hingga diperkirakan sekitar 256 juta butir. Angka pasti serta rincian barang bukti masih perlu mengacu pada keterangan resmi kepolisian.

Petugas juga mengamankan lima orang tersangka yang diduga memiliki peran berbeda dalam kegiatan tersebut, mulai dari pembeli, peracik, pengantar, hingga koordinator pengiriman.

Distribusi Diduga Menjangkau Jawa Barat hingga Jakarta

Jaringan tersebut diduga menyalurkan obat-obatan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat dan luar daerah, termasuk Jakarta.

Baca Juga:  Operasi Besar-besaran Gempur Narkoba di Padang, Puluhan Orang Diamankan! DPRD dan Wali Kota Soroti Evaluasi Penindakan

Informasi lain yang turut menjadi perhatian adalah dugaan bahwa gudang tersebut baru disewa selama sekitar 22 hari sebelum penggerebekan dilakukan. Namun, masa penyewaan gudang tidak serta-merta menunjukkan keseluruhan durasi aktivitas jaringan. Hal tersebut masih perlu didalami oleh penyidik.

Pengungkapan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk menelusuri asal bahan baku, proses produksi, jalur distribusi, aliran keuangan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Agus Flores Apresiasi Langkah Kepolisian

Agus Flores mengapresiasi langkah aparat kepolisian dalam mengungkap dugaan fasilitas produksi obat keras ilegal berskala besar tersebut. Menurutnya, tindakan penegakan hukum seperti ini penting untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan dan peredaran obat yang tidak sesuai ketentuan.

Ia berharap penanganan perkara tidak berhenti pada penggerebekan dan penangkapan tersangka, tetapi dilanjutkan dengan penyelidikan secara menyeluruh terhadap jaringan yang diduga berada di balik kegiatan tersebut.

Pemeriksaan terhadap data transaksi, perangkat elektronik, dokumen keuangan, serta jalur pengiriman dinilai penting untuk membantu penyidik mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan bukti yang ditemukan.

Bagi Fast Respon, pemberantasan peredaran obat keras ilegal membutuhkan penegakan hukum yang profesional, konsisten, dan transparan. Pengawasan distribusi serta koordinasi antaraparat juga diperlukan agar praktik serupa dapat dicegah.

Perlindungan Masyarakat Menjadi Prioritas

Kasus dugaan pabrik Tramadol dan Hexymer di kawasan Kopo, Bandung, menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap produksi dan peredaran obat harus dilakukan secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Agus Flores berharap pengungkapan tersebut dapat ditindaklanjuti secara tuntas oleh aparat kepolisian, sehingga pihak-pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai hukum.
Redaksi

Example 300250
Example 120x600