JAKARTA, 19 OKTOBER 2026 Ketua Umum Fast Respon menyampaikan bahwa program Bapak SAS masih melanjutkan arah kebijakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terutama dalam bidang agama, sosial budaya, ketenagakerjaan, serta perhatian terhadap pengemudi ojek online (ojol).
Pernyataan tersebut disampaikan Ketum Fast Respon melalui pesan singkat pada Senin (19/10/2026). Ia menekankan pentingnya kesinambungan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat agar tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata.
Agama dan Sosial Budaya Perlu Terus Diperkuat
Bidang agama dan sosial budaya dinilai penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Upaya membangun hubungan yang harmonis antara institusi dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan.
Ketum Fast Respon berharap perhatian terhadap bidang tersebut dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ketenagakerjaan dan Ojol Menjadi Sorotan**
Selain agama dan sosial budaya, sektor ketenagakerjaan dan pengemudi ojek online juga menjadi perhatian. Persoalan kesejahteraan pekerja, keselamatan kerja, dan keberlangsungan penghasilan merupakan isu yang membutuhkan kepedulian bersama.
Pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian digital. Karena itu, aspirasi mereka perlu didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait sesuai kewenangannya.
Sejalan dengan Semangat Keberlanjutan Kebijakan
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, kesinambungan kebijakan dan program institusi menjadi hal yang perlu dicermati. Meski demikian, keterkaitan langsung program Bapak SAS dengan kebijakan resmi Kapolri perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
Ketum Fast Respon berharap program-program yang telah berjalan dapat terus dikembangkan, dievaluasi, dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari keberlanjutannya, tetapi juga dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Perhatian terhadap agama, sosial budaya, tenaga kerja, dan ojol diharapkan dapat diwujudkan melalui langkah konkret, transparan, dan berkelanjutan.
Red



















