Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Agus Flores Ajak Wartawan Dukung Pembenahan Polri, Tegaskan Program Kapolri Suyudi Ario Seto Jangan Disabotase

170
×

Agus Flores Ajak Wartawan Dukung Pembenahan Polri, Tegaskan Program Kapolri Suyudi Ario Seto Jangan Disabotase

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JAKARTA, 16 OKTOBER 2026 Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FRN) seluruh Indonesia, Agus Flores, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pers, untuk mendukung program pembenahan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto.

Example 300x600

Agus menegaskan, upaya membangun Polri yang semakin profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat membutuhkan keberanian, konsistensi, serta dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, program pembenahan institusi kepolisian harus dikawal secara objektif dan tidak boleh dirusak oleh kepentingan tertentu.

“Program Bapak Kapolri harus kita dukung. Jangan sampai ada pihak yang menyabotase program tersebut sehingga seolah-olah justru menjatuhkan Kapolri. Saat ini Kapolri kita adalah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dan kita harus memberikan kesempatan kepada beliau untuk membenahi Polri agar menjadi lebih baik,” ujar Agus Flores.

Menurut Agus, perubahan di tubuh Polri tidak dapat berlangsung secara instan. Membangun kembali kepercayaan masyarakat membutuhkan proses, kerja nyata, keterbukaan, dan komitmen untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada.

Ia menilai, upaya mendekatkan polisi dengan masyarakat harus terus diperkuat agar kehadiran aparat kepolisian benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Kita harus memahami bahwa kepercayaan rakyat kepada polisi tidak tumbuh secara spontan. Semuanya membutuhkan proses dan pembuktian. Setidaknya, pintu menuju terwujudnya Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sudah mulai terbuka dan harus kita jaga bersama,” katanya.

Kunjungan Kapolri ke Mahkamah Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Agus juga menyoroti kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ke Gedung Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan disambut Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Sunarto, bersama para hakim agung.

Baca Juga:  Polda Jawa Barat Mengerahkan 1.112 Personel Berantas Narkoba, 47 Lokasi Target

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi antara Polri dan Mahkamah Agung dalam sistem peradilan pidana terpadu atau *Integrated Criminal Justice System*.

Menurut Agus, komunikasi dan sinergi antarlembaga penegak hukum merupakan bagian penting dalam mewujudkan proses hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Ia berharap koordinasi tersebut semakin memperkuat penanganan perkara, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta memastikan masyarakat memperoleh keadilan dengan tetap menghormati independensi kekuasaan kehakiman.

“Sinergi antarlembaga penegak hukum sangat penting. Namun, setiap lembaga juga harus tetap menjalankan kewenangannya secara profesional dan independen. Tujuan akhirnya adalah memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebut Kapolri Sosok Religius, Ajak Masyarakat Mendoakan

Dalam pernyataannya, Agus Flores juga menyampaikan penilaian positif terhadap pribadi Kapolri Suyudi Ario Seto. Ia menggambarkan Kapolri sebagai sosok yang menghormati orang tua, religius, santun, serta diharapkan mampu merangkul berbagai kalangan dan mengayomi seluruh masyarakat Indonesia.

Bagi Agus, kepemimpinan tidak hanya diukur dari kewenangan dan jabatan, tetapi juga dari keteladanan, kerendahan hati, keberanian mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Kapolri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.

“Kita perlu mendoakan beliau agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk oleh Allah SWT dalam memimpin Polri. Semoga beliau mampu menjalankan amanah dengan baik, menjaga integritas, dan terus mengutamakan kepentingan masyarakat. Aamiin,” ungkap Agus.

Perubahan Polri Membutuhkan Keberanian dan Pengawasan

Agus menekankan bahwa pembenahan institusi kepolisian membutuhkan keberanian untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, serta memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan.

Ia mengingatkan bahwa dukungan terhadap Kapolri bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang muncul di lapangan. Sebaliknya, dukungan yang sehat harus berjalan beriringan dengan pengawasan, kritik yang konstruktif, dan penyampaian aspirasi berdasarkan fakta.

Baca Juga:  Raden Mas MH Agus Rugiarto, S.H., M.H. (Agus Flores)kader Partai Golkar Akbar Tandjung dari tahun 1998 sejak dari muda dan di tahun 2029 akan mengguncang Jawa Timum

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

“Kalau kita ingin Polri menjadi lebih baik, dibutuhkan keberanian untuk berubah. Kapan lagi kita melakukan pembenahan kalau bukan sekarang? Tetapi perubahan itu juga harus dikawal secara objektif. Jika ada kekurangan, sampaikan berdasarkan fakta dan berikan ruang untuk perbaikan,” ujarnya.

Ia berharap program pembenahan Polri dapat dilaksanakan secara konsisten, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga jajaran kewilayahan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Agus Flores: Tanggung Jawab Wartawan Melampaui Sekat Organisasi

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon, Agus Flores juga menyampaikan pandangannya mengenai tanggung jawab moral insan pers.

Ia menegaskan bahwa keberadaan organisasi wartawan bukan untuk membatasi kepedulian terhadap sesama jurnalis. Menurutnya, semangat pers harus melampaui sekat organisasi, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, dan kode etik jurnalistik.

“Bagi saya, tugas Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon bukan hanya terpaku pada satu ikatan organisasi. Secara hati nurani, kita juga memiliki tanggung jawab moral terhadap seluruh wartawan di Indonesia,” kata Agus.

Ia berharap seluruh insan pers dapat terus menjaga solidaritas, memperjuangkan perlindungan terhadap wartawan, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.

Agus juga mengajak wartawan FRN untuk menyampaikan informasi mengenai program-program Polri kepada masyarakat secara berimbang, berdasarkan data dan fakta, tanpa mengabaikan persoalan yang memang perlu dikritisi.

Menurutnya, pers yang profesional bukan sekadar menyampaikan dukungan ataupun kritik, melainkan memastikan publik memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengawal Program, Menjaga Kepercayaan Publik

Agus Flores menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang bagi proses pembenahan Polri, sembari tetap mengawal pelaksanaannya secara kritis dan konstruktif.

Baca Juga:  AGUS FLORES SENTIL TAJAM DITTIPITER BARESKRIM POLRI: PETI SULAWESI TERKESAN TAK TERSENTUH, JANGAN HANYA BERANI BERTINDAK DI JAWA DAN SUMATRA!

Ia berharap semangat “Polri Bersama Masyarakat” dapat diwujudkan melalui pelayanan yang semakin baik, penegakan hukum yang adil, serta keterbukaan terhadap aspirasi publik.

Baginya, keberhasilan pembenahan Polri tidak cukup diukur melalui pernyataan atau program di atas kertas, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang kita harapkan adalah Polri yang semakin baik, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin dipercaya masyarakat. Mari kita dukung upaya perbaikan yang benar, kawal pelaksanaannya, dan jangan berhenti mengingatkan apabila masih ada kekurangan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan keadilan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Red

Example 300250
Example 120x600