JAKARTA, 13 OKTOBER 2026 Penunjukan AKBP Candra Sasongko sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Surakarta atau Solo, Jawa Tengah, menjadi perhatian Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), Agus Flores. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah memberikan penghargaan kepada sosok yang akrab disapa Condro Sasongko tersebut.
Penunjukan Candra Sasongko sebagai Kapolresta Surakarta merupakan bagian dari mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri pada Oktober 2026. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026, Candra mendapat penugasan baru menggantikan Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, yang selanjutnya bertugas sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Madya Tingkat III di Divisi Hukum Polri.
Sebelum mendapatkan penugasan tersebut, Candra Sasongko menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Biro SDM Polda Jawa Barat. Ia juga pernah menjabat Kapolres Serang, Banten.
Agus Flores: Saya Pernah Memberikan Penghargaan
Agus Flores menyampaikan bahwa dirinya pernah memberikan penghargaan kepada Condro Sasongko. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari catatan interaksinya dengan sosok perwira Polri yang kini dipercaya mengemban tanggung jawab di wilayah Surakarta.
Pernyataan Agus Flores tersebut sekaligus menjadi perhatian dalam momentum pergantian kepemimpinan di Polresta Surakarta. Meski demikian, alasan dan bentuk penghargaan yang pernah diberikan belum dijelaskan secara terperinci.
Bagi FRN, pergantian jabatan di lingkungan Polri merupakan momentum untuk terus mendorong penguatan pelayanan publik, profesionalisme, serta kedekatan aparat kepolisian dengan masyarakat.
Amanah Baru, Tanggung Jawab kepada Masyarakat
Sebagai Kapolresta Surakarta, Candra Sasongko akan menghadapi tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memastikan penegakan hukum berjalan sesuai aturan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Agus Flores dan FRN berharap setiap pejabat Polri yang memperoleh amanah baru dapat menjalankan tugas secara profesional, terbuka terhadap kritik, serta responsif terhadap pengaduan masyarakat.
Menurut semangat yang selama ini diusung FRN, kehadiran Polri harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Penanganan laporan yang cepat, komunikasi yang terbuka, dan tindakan yang sesuai koridor hukum menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Penugasan Candra Sasongko di Surakarta pun menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Publik kini menantikan bagaimana kepemimpinan barunya dapat menjawab kebutuhan keamanan dan pelayanan masyarakat Kota Solo.
Bagi FRN, dukungan terhadap institusi Polri perlu berjalan beriringan dengan pengawasan yang konstruktif. Tujuannya agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Red
