Polri

RENUNGAN UNTUK KAPOLRI BARU: SETINGGI APA PUN PANGKAT, JANGAN PERNAH LUPA PADA IBU

29

 

JAKARTA 5 Oktober 2026 Di tengah pergantian tongkat kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebuah renungan sederhana namun penuh makna disampaikan Agus Flores, Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara.

Pesan tersebut berangkat dari sebuah kalimat sederhana.
“Sosoknya mencintai orang tua, selalu cium tangan ibunya, minta doa dan keberkahan orang tua.”

Bagi Agus Flores, kalimat itu bukan sekadar ungkapan tentang hubungan seorang anak dengan ibunya. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun pangkat, sebesar apa pun jabatan, manusia tetap memiliki tempat untuk kembali: keluarga dan orang tua.

Renungan itu disampaikan Agus Flores dalam momentum kepemimpinan baru Polri di bawah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 1 Oktober 2026. Serah terima Panji Tribrata dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kemudian menandai peralihan kepemimpinan Polri.

Jabatan Tinggi, Hati Tetap Rendah.
Agus Flores mengingatkan bahwa jabatan Kapolri bukan hanya tentang pangkat Jenderal Polisi, seragam, kewenangan, dan tanggung jawab organisasi.

Di balik jabatan tersebut terdapat amanah besar dari negara dan masyarakat.

Menurutnya, seorang pemimpin justru harus semakin rendah hati ketika memperoleh amanah yang semakin tinggi.

“Jangan sampai pangkat membuat kita lupa siapa yang dahulu mendoakan kita. Sebelum memakai seragam dan pangkat, kita adalah seorang anak. Ada ibu yang melahirkan, membesarkan dan mendoakan kita,” demikian pesan moral yang dirangkum dari renungan tersebut.

Agus Flores menilai, doa orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup seseorang. Karena itu, hubungan dengan orang tua harus tetap dijaga meskipun seseorang telah berada pada posisi tertinggi dalam kariernya.

“Pernah Didatangi Ibu, Cium Tangannya, Peluk Erat”

Dalam renungan yang menjadi inspirasi pesan tersebut, terdapat gambaran sederhana namun sangat menyentuh: seorang anak yang ketika didatangi ibunya tidak merasa malu untuk mencium tangan, memeluk erat dan meminta doa dari sang ibu.

Bagi Agus Flores, justru sikap seperti itulah yang menunjukkan bahwa seorang pemimpin masih memiliki hati.

“Jangan malu mencium tangan ibu. Jangan malu meminta doa orang tua. Karena ketika semua jabatan selesai, keluarga dan doa orang tua tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup kita,” pesannya.

Renungan untuk Jajaran Polri

Pesan tersebut juga dapat menjadi refleksi bagi seluruh anggota Polri.

Menurut Agus Flores, semakin tinggi pangkat seorang anggota kepolisian, semakin besar pula tanggung jawab moralnya kepada masyarakat.

Pangkat bukan untuk menyombongkan diri. Jabatan bukan untuk mencari penghormatan pribadi. Keduanya adalah amanah untuk melayani.

Karena itu, kepemimpinan baru Polri diharapkan mampu semakin dekat dengan masyarakat, mengedepankan profesionalitas, menjaga keadilan, serta tidak kehilangan sentuhan kemanusiaan.

Kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sendiri memasuki fase awal dengan sejumlah penyegaran organisasi. Pada 3 Oktober 2026, Kapolri memimpin sertijab dan pelantikan sejumlah pejabat serta korps raport kenaikan pangkat 23 perwira tinggi Polri.

Agus Flores menegaskan bahwa renungan tersebut bukan bentuk intervensi terhadap institusi Polri maupun permintaan perlakuan khusus.

Menurutnya, kritik, dukungan, dan pesan moral terhadap institusi kepolisian harus tetap ditempatkan dalam koridor kepentingan masyarakat.

“Kawan tetap kawan, hukum tetap hukum. Kita hormati institusi Polri, tetapi kita juga harus terus mengingatkan bahwa kekuasaan dan jabatan adalah amanah,” tegas Agus Flores.

Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan sederhana:

Setinggi apa pun pangkat seorang manusia, jangan pernah merasa terlalu tinggi untuk mencium tangan ibunya.

Sebab, Jenderal tetap seorang anak.
Dan terkadang, doa seorang ibu jauh lebih kuat daripada segala penghormatan yang datang bersama sebuah pangkat dan jabatan.

(Red)

Exit mobile version