JAKARTA— Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menegaskan bahwa kepemimpinan di era saat ini tidak semata-mata diukur dari kemampuan seseorang mengendalikan atau mengatur orang lain.
Menurutnya, pemimpin harus mampu mengarahkan pola kerja, menjaga kualitas, serta memastikan tanggung jawab dan amanah dijalankan dengan baik.
Agus Flores mengatakan, seorang pemimpin dituntut memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan sekaligus memiliki kemampuan untuk mengelola organisasi secara produktif. Kekuatan kepemimpinan, kata dia, bukan berarti mendominasi manusia, melainkan mengarahkan setiap individu agar mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.
“Zaman sekarang, kalau menjadi pemimpin harus kuat. Tetapi manusia tidak bisa sekadar diatur oleh manusia. Yang harus kita atur adalah pola kerja kita, kualitas kerja, tanggung jawab, dan amanah,” ujar Agus Flores, Jumat (14/8/2026) saat dikonfirmasi wartawan melalui telp seluler.
Ia mengingatkan para pemimpin agar tidak terjebak dalam pola pikir maupun persoalan yang tidak produktif. Menurutnya, setiap energi kepemimpinan harus diarahkan untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata.
“Kalau mau bekerja, kualitas kerja yang harus dipikirkan. Jangan selalu nalar kita terbawa kepada hal-hal yang tidak produktif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus Flores memandang politik tidak dapat dilepaskan dari persoalan kekuasaan, wilayah, rakyat, dan pemerintahan. Karena itu, seorang pemimpin harus memiliki orientasi yang jelas mengenai kepada siapa kekuasaan tersebut digunakan.
Menurutnya, terdapat dua pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh seorang pemimpin: apakah kekuasaan digunakan untuk bekerja bagi negara atau untuk memberikan pengabdian kepada rakyat.
“Di bumi ini ada dua yang dipikirkan dalam tatanan politik, bekerja untuk negara atau bekerja untuk rakyat. Seorang pemimpin harus memilih itu,” katanya.
Agus menilai pilihan tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Jika seseorang menyatakan bekerja untuk negara, maka harus dapat menunjukkan kontribusi yang telah diberikan kepada negara. Begitu pula jika mengaku bekerja untuk rakyat, maka masyarakat harus dapat merasakan manfaat dari kepemimpinannya.
“Kalau bekerja untuk negara, apa yang telah kita perbuat untuk negara. Kalau bekerja untuk rakyat, apa yang kita berikan kepada rakyat,” ungkapnya.
Agus Flores juga menyinggung perjalanan pemikirannya yang tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui proses pembelajaran sosial di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, pendidikan seharusnya tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan perkuliahan. Ilmu yang diperoleh harus diuji melalui kehidupan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya kuliah dulunya untuk belajar. Setelah selesai, saya pelajari secara sosial budaya di masyarakat. Ilmu kita bisa terpakai di masyarakat atau tidak?” ujarnya.
Menurut Agus, pertanyaan tersebut menjadi penting karena keberhasilan ilmu bukan hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Dalam pandangannya mengenai kepemimpinan, Agus Flores juga menyebut adanya aspek yang menurutnya tidak seluruhnya dapat diukur melalui pendekatan rasional maupun akademis. Ia menyebutnya sebagai “kadar karomah seorang pemimpin” atau faktor X.
Menurut Agus, faktor tersebut merupakan sesuatu yang diyakininya sebagai kehendak dan pemberian Allah SWT kepada seseorang.
“Kadar faktor X ini ditentukan dan diberikan Allah SWT langsung. Itu dipilih oleh Sang Pencipta,” tuturnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keyakinan terhadap faktor tersebut tidak boleh mengesampingkan kewajiban seorang pemimpin untuk bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan amanah.
Bagi Agus, kualitas kepemimpinan pada akhirnya tetap harus tercermin melalui kerja nyata dan manfaat yang diberikan kepada negara maupun masyarakat.
“Pemimpin bukan hanya soal kekuasaan. Pemimpin harus mampu mengarahkan kerja, menjaga kualitas, menjalankan tanggung jawab, dan memegang amanah. Ukurannya adalah apa yang sudah dilakukan dan apa manfaatnya bagi negara serta rakyat,” pungkas Agus Flores.(Red/Mnr).












