Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

SULTAN BESUKI TEGASKAN SEJARAH PEMBANGUNAN CAGAR BUDAYA PUTRI CAMPA DAN RAJA MAJAPAHIT DIBANGUN ERA PRESIDEN SOEHARTO, KINI DIPERBAIKI JENDERAL AGUS ANDRIANTO

8
×

SULTAN BESUKI TEGASKAN SEJARAH PEMBANGUNAN CAGAR BUDAYA PUTRI CAMPA DAN RAJA MAJAPAHIT DIBANGUN ERA PRESIDEN SOEHARTO, KINI DIPERBAIKI JENDERAL AGUS ANDRIANTO

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta 1 November 2026

MOJOKERTO Keberadaan Cagar Budaya Putri Campa dan Raja Majapahit menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan sejarah dan warisan budaya di wilayah Mojokerto. Situs yang disebut sebagai salah satu kawasan cagar budaya terbesar kedua di Mojokerto ini memiliki perjalanan sejarah pembangunan dan pemeliharaan yang perlu diketahui masyarakat luas.

Example 300x600

Sultan Besuki menegaskan bahwa berdasarkan keterangan yang disampaikan Ketua Umum FRN, pembangunan tempat bersejarah tersebut bermula pada masa pemerintahan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang dikenal dengan sebutan era Cendana.

Seiring berjalannya waktu, kondisi sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perhatian dan perbaikan. Dalam perkembangannya, upaya renovasi dan pembenahan terhadap bagian-bagian yang mengalami kerusakan disebut dilakukan oleh Jenderal Agus Andrianto, putra daerah Blora.

Dalam proses tersebut, Ketua Umum FRN disebut menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan pelaksanaan pembenahan dan perbaikan berjalan sesuai dengan tujuan pelestarian kawasan bersejarah tersebut.

Sultan Besuki menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami secara benar perjalanan pembangunan dan perbaikan situs tersebut. Menurutnya, terdapat perbedaan antara pihak yang membangun sejak awal dengan pihak yang kemudian melakukan renovasi dan perbaikan.

“Yang membangun adalah Presiden Soeharto pada masa pemerintahannya. Sementara itu, perbaikan dan renovasi terhadap bagian-bagian yang mengalami kerusakan dilakukan oleh Jenderal Agus Andrianto. Ketua Umum FRN menjalankan fungsi pengawasan,” demikian penegasan Sultan Besuki berdasarkan keterangan yang disampaikan.

Ia berharap keberadaan Cagar Budaya Putri Campa dan Raja Majapahit tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai warisan sejarah yang perlu dirawat, dijaga, dan diperkenalkan kepada generasi penerus.

Pelestarian cagar budaya membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun seluruh elemen masyarakat. Sebab, menjaga peninggalan sejarah merupakan bagian dari upaya merawat identitas, kebudayaan, dan perjalanan bangsa.

Baca Juga:  Jendral kapolri Suyudi perintahkan Semua Kapolda Berantas Sarang Narkoba Sampai Akar Akarnya Jangan Pandang Bulu.

PENEGASAN SULTAN BESUKI

Sultan Besuki kembali menegaskan dua hal penting yang tidak boleh disamakan: pembangunan awal yang disebut berlangsung pada era Presiden Soeharto dan renovasi atau perbaikan yang disebut dilakukan oleh Jenderal Agus Andrianto, dengan pengawasan Ketua Umum FRN.

Dengan demikian, sejarah pembangunan dan proses pemeliharaan Cagar Budaya Putri Campa dan Raja Majapahit diharapkan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.

FRN Mengawal Informasi, Menjaga Sejarah, dan Mendorong Pelestarian Warisan Budaya.

Redaksi

Example 300250
Example 120x600
News

JAKARTA, 1 NOVEMBER 2026 Soal program Subuh Keliling,…

News

Jadikan 31 Oktober 2026 Polda Kalimantan Tengah secara…