Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR DITANAMKAN DALAM KEPEMIMPINAN KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO, POLRI DIHARAPKAN HADIR MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN

13
×

AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR DITANAMKAN DALAM KEPEMIMPINAN KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO, POLRI DIHARAPKAN HADIR MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, 31 OKTOBER 2026

Konsep Amar Ma’ruf Nahi Mungkar atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran menjadi nilai yang disorot dalam kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. (SAS).

Example 300x600

Nilai tersebut mengandung pesan moral bahwa setiap pemegang amanah, terlebih pejabat yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, harus senantiasa menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, kejujuran, serta keberanian dalam menjalankan tugas.

Baru-baru ini, saat dikonfirmasi awak media, Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan pernyataan yang kemudian menjadi perhatian. Pesan tersebut dipandang sebagai pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjalankan penegakan hukum, tetapi juga memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Dalam perspektif Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, seorang pemimpin dituntut tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga memastikan nilai-nilai kebaikan diterapkan dalam lingkungan organisasi yang dipimpinnya.

Artinya, setiap anggota Polri harus memiliki keberanian untuk bertindak benar, tidak menyalahgunakan kewenangan, tidak melindungi pelanggaran, serta tidak membiarkan praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat.

Prinsip ini juga menjadi pengingat bagi jajaran Polda hingga Polres agar tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat. Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang melakukan pelanggaran harus diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, masyarakat yang mencari keadilan harus mendapatkan pelayanan yang layak.

Kepemimpinan yang berlandaskan nilai Amar Ma’ruf Nahi Mungkar juga dapat dimaknai sebagai ajakan untuk membangun institusi yang bersih, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Polri bukan hanya dituntut hadir ketika terjadi kejahatan, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Baca Juga:  Minggu Kasih Bersama Jemaat GBI Rock Palangka Raya, Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama

Pada akhirnya, Amar Ma’ruf Nahi Mungkar bukan sekadar slogan atau ungkapan keagamaan. Nilai tersebut harus tercermin dalam tindakan nyata, mulai dari tingkat pimpinan hingga anggota yang bertugas langsung di lapangan.

Masyarakat tentu berharap pesan moral tersebut dapat diterjemahkan menjadi budaya kerja yang konsisten di seluruh jajaran kepolisian.

Sebab, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terletak pada banyaknya instruksi yang disampaikan, melainkan juga pada bagaimana instruksi tersebut diwujudkan menjadi pelayanan dan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Red

Example 300250
Example 120x600