News

KAPOLRI SUYUDI PERKUAT EDUKASI ANTI NARKOBA, GANDENG KEMENDES WUJUDKAN DESA BERSINAR DAN SELAMATKAN GENERASI MUDA

12

JAKARTA,1NOVEMBER 2026

Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan edukasi, literasi masyarakat, dan kolaborasi lintas kementerian. Kali ini, Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba sejak usia dini.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolri saat menerima audiensi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto beserta jajaran di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30 Oktober 2026).

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada pemberantasan peredaran narkotika, tetapi juga menyentuh persoalan mendasar, yakni bagaimana melindungi generasi muda dan membangun lingkungan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkoba.

Kapolri menilai penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang, serta minuman keras dapat menjadi pemicu berbagai persoalan sosial dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dampaknya dapat meluas menjadi tindak pencurian, kekerasan, tawuran, kejahatan jalanan, hingga konflik antarkelompok.

Karena itu, menurut Kapolri, penanganan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Diperlukan langkah pencegahan yang menyentuh masyarakat secara langsung, terutama anak-anak dan kalangan pelajar.

PERKUAT KURIKULUM ANTI NARKOTIKA

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN). Program ini didorong agar semakin luas jangkauannya dan dapat diterapkan di berbagai daerah.

Melalui pendidikan dan sosialisasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan memahami jenis-jenis narkotika, bahaya penyalahgunaannya, pola peredarannya, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Pendidikan antinarkotika harus menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi bangsa. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengenali ancaman narkoba, berani menolak ajakan penyalahgunaan, serta tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

DESA BERSINAR MENJADI GERAKAN NASIONAL

Selain pendidikan antinarkotika, Kapolri juga mendorong penguatan program Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba.

Program ini diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat mulai dari tingkat desa. Pemerintah desa, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan keluarga diharapkan mengambil peran aktif dalam mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkotika.

Kapolri berharap desa-desa di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dapat menjadi lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkoba.

Mendes PDT Yandri Susanto menyambut baik kolaborasi tersebut. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Polri dalam memperkuat pencegahan narkoba di lingkungan desa.

Dengan jumlah desa yang mencapai puluhan ribu, keterlibatan pemerintah desa dinilai strategis untuk memastikan gerakan pencegahan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berjalan hingga tingkat masyarakat.

POLIRAN, PENDEKATAN SOSIAL UNTUK MENJAGA KAMTIBMAS

Pembahasan juga mencakup program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan melalui pendataan, pelatihan keterampilan, dan kerja sama penyaluran tenaga kerja dengan kementerian serta perusahaan terkait.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum, melainkan juga berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat yang memiliki kesempatan bekerja, keterampilan, dan lingkungan sosial yang sehat diharapkan mempunyai daya tahan lebih kuat terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT, MEMBANGUN INDONESIA TANPA NARKOBA

Sinergi Polri dan Kemendes PDT ini menjadi langkah penting dalam membangun pola pencegahan narkoba yang lebih menyeluruh. Kepolisian hadir melalui tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum, sementara pemerintah desa menjadi bagian penting dalam menggerakkan masyarakat dari lingkungan paling dekat.

Keberhasilan program ini tentu membutuhkan konsistensi, pengawasan, edukasi, dan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Pesan penting dari langkah Kapolri tersebut adalah bahwa perang melawan narkoba tidak boleh hanya dilakukan ketika kejahatan sudah terjadi. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan, hingga pemerintahan desa.

Generasi muda merupakan masa depan Indonesia. Melindungi mereka dari narkotika berarti menjaga masa depan bangsa.

Polri bersama masyarakat diharapkan terus bergerak membangun Indonesia yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Red

Exit mobile version