JAKARTA, 28 OKTOBER 2026 Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara, Agus Flores, menegaskan pentingnya kerja nyata, kedisiplinan, dan tanggung jawab bagi seluruh jajaran pengurus, khususnya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Ia mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bukan sekadar simbol, gaya, atau sarana mencari perhatian pimpinan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan kontribusi nyata di lapangan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Agus Flores melalui percakapan pada Rabu (28/10/2026). Ia meminta seluruh jajaran untuk lebih fokus bekerja daripada berusaha mencari muka di hadapan pimpinan.
“Artinya kerja saja, jangan cari muka kepada saya. Saya tahu orang yang hanya mencari muka, gayanya saja sebagai pimpinan wilayah, tetapi kerjanya nol besar,” tegas Agus Flores dalam pesannya.
Menurutnya, seorang pimpinan wilayah harus mampu menunjukkan kapasitas melalui kegiatan yang terukur, pelaksanaan tugas yang konsisten, serta kontribusi nyata dalam mendukung tujuan organisasi. Posisi strategis dalam kepengurusan tidak akan memiliki arti apabila tidak diiringi dengan pelaksanaan tanggung jawab yang baik.
AGUS FLORES SOROTI PEMBERITAAN KEGIATAN KAPOLRI DI DAERAH
Selain menyoroti kinerja internal organisasi, Agus Flores juga memberikan perhatian terhadap aktivitas peliputan kegiatan Kapolri di daerah. Ia menilai bahwa kehadiran dan kegiatan pimpinan Polri di wilayah perlu mendapatkan perhatian dari jajaran yang memiliki tanggung jawab dalam penyampaian informasi dan publikasi.
Agus mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh informasi mengenai kegiatan Kapolri melalui rilis yang diberikan oleh rekan-rekan tim Kapolri. Ia menyayangkan apabila kegiatan penting tersebut tidak terpantau atau tidak diberitakan oleh jajaran di daerah.
“Kapolri saja turun ke daerah tidak diliput. Untung teman-teman tim Kapolri memberikan rilis kepada saya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa fungsi komunikasi dan publikasi tidak boleh diabaikan. Informasi mengenai kegiatan pimpinan Polri, program pelayanan masyarakat, serta berbagai aktivitas institusi yang layak diketahui publik perlu disampaikan secara profesional, akurat, dan berimbang.
Meski demikian, peliputan tetap harus mengedepankan verifikasi informasi, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta independensi pemberitaan. Kualitas kerja tidak semata-mata diukur dari banyaknya publikasi, tetapi juga dari ketepatan informasi dan manfaatnya bagi masyarakat.
DPW DIMINTA MEMBUKTIKAN KINERJA, BUKAN HANYA BERBICARA
Agus Flores juga menegaskan bahwa dirinya akan melihat perkembangan kinerja jajaran ke depan, terutama ketika terdapat kegiatan Kapolri di daerah. Ia ingin memastikan bahwa pengurus wilayah benar-benar menjalankan peran dan tanggung jawabnya, bukan hanya aktif berbicara tanpa hasil yang jelas.
“Saya mau lihat ke depan ini. Kalau ada kegiatan Kapolri di daerah, tetapi tidak muncul liputannya, saya anggap nol besar kerjanya. Cuma habis di mulut saja, tidak ada kerja,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa apabila DPW menjalankan tugas dengan baik, dirinya tidak perlu terus-menerus turun tangan untuk mendorong pelaksanaan kegiatan di daerah. Harapannya, setiap wilayah mampu bergerak secara mandiri, membangun koordinasi, dan menunjukkan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan ini sekaligus menjadi evaluasi bagi jajaran organisasi agar tidak menjadikan jabatan sebagai kebanggaan semata. Setiap pengurus diharapkan memiliki program kerja yang jelas, komunikasi yang efektif, serta pelaksanaan kegiatan yang dapat dilihat dan dinilai secara objektif.
MEMBANGUN ORGANISASI MELALUI KERJA NYATA
Dalam membangun organisasi, loyalitas tidak cukup hanya ditunjukkan melalui ucapan atau kedekatan dengan pimpinan. Loyalitas harus tercermin dalam kesungguhan menjalankan amanah, menjaga integritas, memperkuat koordinasi, dan memberikan kontribusi sesuai tugas masing-masing.
Bagi jajaran Fast Respon Counter Polri Nusantara, pesan Agus Flores dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan internal. Pengurus wilayah perlu mengevaluasi program kerja, meningkatkan kualitas peliputan, memperkuat jaringan informasi, serta memastikan setiap kegiatan yang dipublikasikan telah melalui proses pemeriksaan fakta.
Kritik terhadap kinerja hendaknya diterima sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme, bukan sekadar menjadi polemik internal. Setiap pengurus juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan kendala dan memperbaiki kekurangan secara terukur.
PENUTUP
Melalui pernyataannya, Agus Flores mengirimkan pesan yang jelas kepada seluruh jajaran: organisasi membutuhkan orang-orang yang bekerja, bukan sekadar tampil. Jabatan harus diikuti tanggung jawab, komunikasi harus dibuktikan dengan tindakan, dan setiap program harus menghasilkan manfaat yang nyata.
Ke depan, kinerja DPW diharapkan semakin profesional, aktif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi, termasuk dalam menyampaikan informasi kegiatan institusi Polri secara akurat dan proporsional.
Sebab, pada akhirnya, kualitas sebuah organisasi tidak ditentukan oleh seberapa lantang pengurus berbicara atau seberapa tinggi jabatan yang disandang, melainkan oleh hasil kerja, konsistensi, integritas, dan kontribusi nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Red



















