News

BUKAN SEKADAR GANTI KAPOLRI! AGUS FLORES TEGASKAN 7 PROGRAM POLRI HARUS BERLANJUT DI ERA BANG SUYUDI

104

 

LJAKARTA, 18 OKTOBER 2026 Pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bukan berarti seluruh program yang telah berjalan harus dimulai kembali dari nol. Program-program positif yang menyentuh kepentingan masyarakat justru perlu dipertahankan, dievaluasi, dan disempurnakan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pesan tersebut menjadi sorotan Ketua Umum Fast Respon Nusantara, Agus Flores, saat menjawab pertanyaan mengenai keberlanjutan program Kapolri sebelumnya di bawah kepemimpinan Bang Suyudi Ario Seto (SAS).

Menurut Agus Flores, kesinambungan program merupakan hal penting dalam menjaga arah pengabdian Polri. Pergantian pucuk pimpinan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat program yang telah memberikan manfaat, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.

“Baru hari ini saya menjawab pertanyaan tersebut. Menurut saya, sebagian program Kapolri sebelumnya perlu terus dilanjutkan oleh Bang Suyudi. Apa yang baik jangan diputus, apa yang belum maksimal harus diperbaiki, dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus semakin diperkuat,” demikian pesan Agus Flores dalam keterangannya.

Tujuh Program yang Menjadi Perhatian

Agus Flores menyoroti tujuh program dan pendekatan yang dinilainya penting untuk terus diperhatikan dalam perjalanan pengabdian Polri kepada masyarakat.

1. Silaturahmi dengan para ulama tidak boleh terputus

Hubungan Polri dengan para ulama perlu terus dijaga melalui silaturahmi dan komunikasi yang konstruktif. Peran ulama dinilai penting dalam merawat persatuan, menjaga kerukunan, serta menciptakan suasana masyarakat yang aman dan damai.

2. Dialog dan kepedulian terhadap tenaga kerja tetap berjalan

Perhatian terhadap kaum buruh dan tenaga kerja perlu diwujudkan melalui dialog serta komunikasi yang terbuka. Kegiatan silaturahmi dan ziarah kepada tokoh buruh di Jawa Timur, sebagaimana disampaikan dalam bahan rilis, menjadi bagian dari perhatian yang perlu dikonfirmasi pelaksanaannya dan keberlanjutannya.

3. Ziarah kepada tokoh aulia dan pahlawan

Menghormati para tokoh agama, aulia, dan pahlawan merupakan salah satu cara mengenang sejarah serta meneladani nilai perjuangan. Kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan dan pengabdian.

4. Kepedulian terhadap pengemudi ojek online

Pengemudi ojek online atau ojol merupakan bagian dari denyut ekonomi masyarakat. Kedekatan Polri dengan komunitas ojol perlu diwujudkan melalui komunikasi, perhatian terhadap keselamatan, serta respons terhadap persoalan yang mereka hadapi sesuai kewenangan kepolisian.

L5. Polisi bersama masyarakat

Prinsip Polisi Bersama Masyarakat harus menjadi semangat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Polri diharapkan hadir bukan hanya ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga melalui pelayanan publik, dialog dengan warga, dan upaya membangun rasa aman.

6. Pemberantasan narkoba harus konsisten

Peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan, disertai upaya pencegahan serta rehabilitasi sesuai ketentuan hukum bagi pihak yang memenuhi persyaratan.

7. Penanganan perkara harus berkeadilan

Penegakan hukum menjadi salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Setiap perkara harus ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan berdasarkan bukti serta peraturan perundang-undangan.

Tidak boleh ada perlakuan istimewa yang mengorbankan keadilan. Setiap warga negara harus memperoleh perlindungan hukum dan diperlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepemimpinan Baru, Harapan Baru bagi Masyarakat

Menurut Agus Flores, keberhasilan sebuah program tidak semestinya diukur hanya dari banyaknya kegiatan atau popularitas sosok yang menggagasnya. Ukuran terpenting adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Program yang terbukti memberikan dampak positif layak dipertahankan. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin efektif, tepat sasaran, dan tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Kepemimpinan baru juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masyarakat menaruh harapan terhadap pemberantasan kejahatan, penanganan perkara yang profesional, pelayanan publik yang responsif, serta penegakan hukum yang tidak diskriminatif.

Karena itu, kesinambungan program harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas institusi. Polri perlu terus membuka ruang komunikasi, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan memastikan setiap pelaksanaan tugas dapat dipertanggungjawabkan.

Fast Respon: Dukungan Harus Sejalan dengan Pengawasan

Sebagai Ketua Umum Fast Respon Nusantara, Agus Flores menekankan pentingnya menjaga hubungan yang konstruktif antara masyarakat dan Polri.

Dukungan terhadap institusi kepolisian tidak berarti menutup mata terhadap kekurangan. Sebaliknya, dukungan yang sehat harus disertai masukan yang objektif, kritik yang bertanggung jawab, dan kepedulian terhadap tegaknya supremasi hukum.

Semangat tersebut sejalan dengan harapan agar Polri semakin profesional, humanis, tegas terhadap kejahatan, serta adil dalam menangani setiap perkara.

“Program yang baik jangan diputus, pengabdian jangan berhenti, dan keadilan jangan dikompromikan.” Pesan itu menjadi inti dari pandangan yang disampaikan dalam rilis ini.

Pergantian kepemimpinan seharusnya menjadi kesempatan untuk melanjutkan hal-hal baik sekaligus menghadirkan perbaikan nyata. Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan Polri tidak hanya dinilai dari program yang diumumkan, tetapi juga dari pelaksanaannya, manfaatnya bagi masyarakat, dan kepercayaan publik yang berhasil dijaga.

FAST RESPON NUSANTARA
*Mengawal aspirasi masyarakat, mendukung Polri yang profesional, dan mendorong penegakan hukum yang berkeadilan.

Redaksi

Exit mobile version