News

Agus Flores Indonesia Sedang Sakit, Hutan Terbakar, Pemulihannya Bisa Memakan Waktu Satu Generasi

144

JAKARTA, 17 Oktober 2026 Agus Flores menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kerusakan hutan dan kebakaran hutan yang mengancam masa depan lingkungan Indonesia.

Ia mengibaratkan Indonesia seperti pasien yang sedang dirawat di ruang ICU. Menurutnya, pemulihan alam membutuhkan waktu panjang, bahkan berpotensi dirasakan sepenuhnya oleh generasi berikutnya.

“Kalimantan dahulu dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Kini, ketika hutan terbakar, kita harus bertanya: bagaimana nasib anak cucu kita nanti? Indonesia sedang sakit dan pemulihannya tidak bisa instan,” ungkap Agus Flores.

Ia menegaskan, apabila kebakaran terbukti dilakukan dengan sengaja, pelakunya harus bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum.

“Ini bukan semata-mata soal ujian dan takdir. Jika ada oknum manusia yang sengaja membakar hutan, perbuatannya harus ditindak. Ironis, manusia yang seharusnya menjaga alam justru bisa menghancurkannya,” tegasnya.

Agus juga melontarkan kritik tajam terhadap perilaku manusia yang tega merusak lingkungan.

“Setan jarang membakar hutan, tetapi manusia bisa melakukannya. Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal hutan hijau dari foto dan cerita masa lalu,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah memperkuat pencegahan kebakaran, mengusut penyebabnya secara transparan, serta menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar hukum.

Pesannya jelas hutan yang rusak hari ini adalah ancaman bagi kehidupan generasi mendatang. Jangan wariskan bumi yang terbakar kepada anak cucu kita.

Data resmi Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla Indonesia mencapai 202.004,30 hektare pada Januari–Juli 2026, sehingga isu ini memang mendesak.

Redaksi

Exit mobile version