News

Kapolri Suyudi Instruksikan Seluruh Kapolda Petakan Sarang Narkoba dan Kejar Bandar, Pemberantasan Harus Berkelanjutan

197

 

JAKARTA, 15 OKTOBER 2026 Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menginstruksikan seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda) untuk memetakan wilayah yang terindikasi menjadi pusat peredaran narkotika sekaligus mengidentifikasi bandar yang masih menjalankan aktivitas ilegal di daerah masing-masing.

Instruksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberantasan narkoba secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Kapolda tidak hanya diminta mengenali kawasan rawan, tetapi juga mendorong penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika hingga ke pihak-pihak yang diduga menjadi pemasok dan pengendali distribusi.

“Saya telah menginstruksikan untuk seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung, terutama kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya,” ujar Suyudi seusai menghadiri agenda di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Kamis (15/10/2026), sebagaimana diberitakan detikNews.

Kapolri juga menekankan pentingnya mengidentifikasi bandar narkoba yang beroperasi di setiap wilayah agar aparat dapat menentukan langkah penindakan berdasarkan hasil pemetaan dan informasi yang diperoleh.

Kapolda Diminta Bergerak Nyata di Wilayah Masing-Masing

Menurut Suyudi, sejumlah penindakan terhadap kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba telah mulai dilakukan. Di Jakarta, kawasan Kampung Ambon dan Kampung Bahari termasuk lokasi yang menjadi perhatian aparat kepolisian.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika perlu dilakukan melalui kombinasi pemetaan wilayah, pengumpulan informasi, penyelidikan jaringan, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Kapolda bersama jajaran di bawahnya diharapkan mampu menerjemahkan instruksi Kapolri menjadi langkah operasional yang jelas. Penanganan tidak cukup berhenti pada penangkapan pengguna di lapangan, tetapi juga perlu diarahkan untuk mengungkap jaringan pemasok, pengedar, dan bandar berdasarkan bukti yang sah.

Di sisi lain, penindakan harus tetap mengedepankan prosedur hukum, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta asas praduga tak bersalah bagi setiap orang yang sedang menjalani proses hukum.

Pemberantasan Narkoba Perlu Pengawasan dan Evaluasi

Pemberantasan narkoba merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsistensi. Operasi sesaat tidak akan cukup apabila tidak diikuti penyelidikan lanjutan, pengembangan perkara, pengawasan terhadap lokasi rawan, serta evaluasi terhadap hasil penindakan.

Karena itu, pelaksanaan instruksi Kapolri perlu disertai indikator kinerja yang dapat dievaluasi secara objektif. Di antaranya, kemampuan memetakan wilayah rawan, mengungkap jaringan peredaran, menindak bandar berdasarkan alat bukti, serta mencegah lokasi yang telah ditertibkan kembali menjadi pusat transaksi narkotika.

Transparansi hasil penindakan juga penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan upaya pemberantasan narkoba tanpa mengganggu kepentingan penyidikan.

Koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, serta unsur masyarakat juga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pemulihan lingkungan yang terdampak peredaran narkotika.

Melindungi Masyarakat dari Ancaman Narkotika

Peredaran narkoba bukan hanya persoalan penegakan hukum, melainkan juga ancaman terhadap keselamatan keluarga, masa depan generasi muda, dan ketahanan sosial masyarakat.

Oleh sebab itu, instruksi Kapolri agar seluruh Kapolda memetakan sarang narkoba dan mengidentifikasi bandar perlu ditindaklanjuti dengan kerja nyata di setiap daerah. Keberhasilan pemberantasan tidak semata-mata diukur dari banyaknya orang yang diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat membongkar jaringan, memutus rantai pasokan, serta mencegah peredaran narkotika berulang.

Masyarakat pun diharapkan berperan aktif menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran narkoba melalui saluran pengaduan resmi, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Dengan pengawasan yang konsisten, penegakan hukum yang profesional, dan kerja sama seluruh elemen, upaya mewujudkan lingkungan yang aman serta bebas dari ancaman narkotika diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Red

Exit mobile version