News

Agus Flores Apresiasi Khutbah Kapolri di Masjid Mabes Polri, Teladankan Kepemimpinan Religius dan Keteladanan bagi Anggota

40

 

JAKARTA, 10 Oktober 2026 Ketua Umum Fast Respon (FRN) Counter Polri Nusantara, Agus Flores, menyampaikan apresiasi atas khutbah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Masjid Mabes Polri. Menurutnya, kehadiran seorang pemimpin di mimbar keagamaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi momentum untuk menyampaikan nilai-nilai moral, memperkuat keimanan, serta memberikan teladan bagi seluruh anggota.

Agus Flores mengaku senang menyaksikan Kapolri menyampaikan khutbah. Baginya, seorang pemimpin memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya.

“Senang sekali melihat Kapolri berkhutbah di Masjid Mabes Polri. Bagi saya, seorang Kapolri bukan hanya pemimpin institusi, tetapi juga sosok yang dapat memberikan teladan moral dan spiritual kepada anggotanya. Ketika pemimpin menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan nilai-nilai ajarannya, itu bisa menjadi inspirasi bagi anggota untuk mengikuti jejak kebaikannya,” ujar Agus Flores.

Ia memandang kepemimpinan sebagai amanah besar yang tidak hanya dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dalam memberikan contoh melalui perkataan, sikap, dan perbuatan sehari-hari.

Menurut Agus, keteladanan seorang pemimpin memiliki pengaruh kuat terhadap budaya kerja dan karakter anggota. Apabila seorang pemimpin menunjukkan sikap baik, amanah, adil, dan mengedepankan akhlak, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tumbuh dalam lingkungan organisasi.

Sebaliknya, perilaku pemimpin yang tidak mencerminkan nilai-nilai kebaikan berpotensi memengaruhi sikap sebagian orang yang dipimpinnya. Karena itu, ia menilai keteladanan harus menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat.

“Kalau pemimpinnya memberikan contoh yang baik, insyaallah anak buahnya akan melihat dan belajar. Namun, jika pemimpinnya memberikan contoh yang tidak baik, bukan tidak mungkin sebagian anggotanya ikut terpengaruh. Itulah sebabnya, seorang pemimpin harus mampu menjaga amanah dan memberikan teladan dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Kepemimpinan dan Kecintaan kepada Rasulullah SAW

Agus Flores juga menilai bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan dalam kehidupan institusi Polri. Anggota kepolisian tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mengedepankan integritas, sikap humanis, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.

Ia berharap kegiatan keagamaan di lingkungan Mabes Polri dapat menjadi ruang untuk memperkuat karakter personel, membangun kesadaran moral, serta mengingatkan setiap anggota bahwa tugas kepolisian merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Beberapa kali saya melihat video Bapak Kapolri berkhutbah. Secara pribadi, saya hanya bisa mengucapkan, ‘Masyaallah, ya Qoid,’ sebagai ungkapan kekaguman saya terhadap sosok pemimpin yang memberikan perhatian pada nilai-nilai agama dan keteladanan,” kata Agus.

Teladan Pemimpin, Penguat Pengabdian kepada Masyarakat

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus tercermin dalam tindakan nyata. Nilai-nilai yang disampaikan melalui khutbah hendaknya sejalan dengan pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum secara adil, dan merespons pengaduan masyarakat secara cepat serta bertanggung jawab.

Ia berharap semangat religius dan keteladanan yang ditunjukkan oleh pimpinan Polri dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga kepercayaan publik.

Bagi Agus Flores, pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang mampu memberikan arahan, melainkan juga mereka yang bersedia menjadi contoh dalam tindakan. Ketika nilai keimanan berjalan beriringan dengan profesionalisme, integritas, dan kepedulian sosial, pengabdian kepada masyarakat diharapkan semakin bermakna.

“Intinya, pemimpin harus menjadi teladan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW jangan hanya diucapkan, tetapi harus tercermin dalam akhlak, kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Itulah nilai yang perlu terus kita dorong dalam kehidupan berbangsa dan dalam pengabdian Polri kepada masyarakat,” pungkasnya.

Melalui apresiasi tersebut, Agus Flores berharap momentum keagamaan di lingkungan Polri semakin memperkuat hubungan antara nilai spiritual, keteladanan kepemimpinan, dan semangat pelayanan publik, sehingga Polri senantiasa hadir sebagai institusi yang profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat.

Redaksi

Exit mobile version