JAKARTA, 9 Oktober 2026 Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), R. Mas. MH. Agus Rugiarto Astrodiarjo, SH., MH., yang akrab disapa Agus Flores, menegaskan pentingnya menjaga persatuan, loyalitas, dan solidaritas di antara seluruh jajaran Ketua Umum, pengurus, serta anggota FRN di berbagai wilayah Indonesia.
Agus Flores mengingatkan bahwa perbedaan pandangan maupun langkah organisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling berselisih. Menurutnya, seluruh anggota memiliki kedudukan yang sama dalam membangun kebersamaan dan menjaga nama baik organisasi.
“Yang menggunakan logo dan membawa nama FRN di Indonesia harus memahami bahwa kita semua adalah satu keluarga besar. Jangan berantem, jangan saling menjatuhkan. Kita semua sama-sama berjuang, meskipun masing-masing memiliki jalan dan kemandirian sendiri,” tegas Agus Flores.
Ia menjelaskan bahwa FRN dibangun atas dasar kebersamaan, semangat pengabdian, serta komitmen untuk bergerak cepat dalam merespons persoalan masyarakat. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga komunikasi, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog yang baik.
Agus Flores Hargai Loyalitas dan Kemandirian
Agus Flores juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan anggota yang selama ini menunjukkan loyalitas terhadap perjuangan FRN. Baginya, loyalitas bukan berarti harus kehilangan kemandirian, melainkan kemampuan menjaga komitmen, menghormati sesama, dan tetap berpegang pada nilai-nilai organisasi.
Ia mempersilakan setiap pihak untuk mengembangkan kiprah dan membangun kemandirian masing-masing, tanpa harus memutus tali silaturahmi maupun menciptakan persaingan yang tidak sehat.
“Silakan masing-masing berkembang dan mandiri. Tidak perlu saling berebut pengaruh atau merasa paling benar. Yang terpenting, kita tetap menjaga persaudaraan, menghormati perjuangan bersama, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan,” ujarnya.
Menurut Agus Flores, hubungan antara dirinya dan para anggota FRN tidak semata-mata berkaitan dengan struktur organisasi, tetapi juga dibangun melalui kedekatan, kepercayaan, dan semangat saling membantu ketika menghadapi persoalan.
Ia mengibaratkan loyalitas tersebut seperti *abdi dalem*, sebuah gambaran tentang kesetiaan dan pengabdian yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Namun, ia menekankan bahwa nilai utama yang harus dijaga adalah kesetiaan terhadap komitmen, penghormatan terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
FRN sebagai Panglima Media Grup Agus Flores
Lebih lanjut, Agus Flores menyebut jajaran FRN sebagai bagian penting dari kekuatan media yang berada dalam lingkaran perjuangannya. Ia mengibaratkan mereka sebagai *panglima media*, yakni insan pers dan penggerak informasi yang diharapkan mampu menjaga kekompakan, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi media tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau luasnya jaringan, tetapi juga dari integritas, kemampuan membangun komunikasi, dan keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat berdasarkan fakta.
Agus Flores berharap seluruh anggota FRN dapat menjadikan solidaritas sebagai fondasi untuk memperkuat organisasi, bukan sebagai alasan untuk menutup diri terhadap kritik maupun perbedaan pendapat.
“Kalau ada anggota yang menghadapi masalah, mari kita bangun komunikasi dan saling membantu sesuai kemampuan serta koridor hukum. Jangan membiarkan persoalan berkembang menjadi pertengkaran. Kita harus menjadi organisasi yang solid, tetapi tetap terbuka terhadap kritik dan menjunjung tinggi profesionalitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan logo dan identitas organisasi harus disertai tanggung jawab. Setiap anggota diharapkan menjaga etika jurnalistik, mengedepankan informasi yang berimbang, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan nama baik organisasi maupun pihak lain.
Persatuan Menjadi Kekuatan Utama
Agus Flores menegaskan, semangat FRN bukan untuk membangun permusuhan atau memperbesar perbedaan, melainkan memperkuat jaringan komunikasi, mempererat persaudaraan, dan mendorong pengabdian kepada masyarakat.
Baginya, kemandirian dan loyalitas dapat berjalan beriringan. Setiap anggota memiliki ruang untuk berkembang, tetapi tetap harus menjaga etika, menghormati kesepakatan bersama, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang membawa nama organisasi.
Melalui pesan tersebut, Agus Flores mengajak seluruh jajaran FRN di Indonesia agar tidak mudah terprovokasi, tidak saling menjatuhkan, serta senantiasa mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan internal.
“Jangan berantem. Kita semua punya tujuan untuk berkembang dan berbuat sesuatu yang bermanfaat. Jaga persaudaraan, jaga nama baik FRN, dan tunjukkan bahwa kekuatan kita terletak pada kebersamaan serta pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat persatuan tersebut, FRN diharapkan terus berkembang sebagai jaringan media yang menjunjung tinggi solidaritas, kemandirian, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Red
