JAKARTA 6 Oktober 2026 Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), Agus Flores, menyoroti sejumlah gagasan yang dinilai penting dalam membangun institusi Polri yang semakin profesional, berintegritas dan dekat dengan masyarakat.
Menurut Agus Flores, sosok Bang Suyudi memiliki sejumlah nilai dan gagasan yang menarik untuk menjadi bagian dari semangat pembenahan serta regenerasi di tubuh kepolisian.
Berikut 9 poin yang menjadi perhatian Agus Flores:
1. Taat dan Menghormati Orangtua
Menurut Agus Flores, keteladanan seorang pemimpin dapat tercermin dari bagaimana ia menghormati dan menaati orangtuanya. Nilai tersebut menjadi fondasi moral dalam menjalankan amanah.
2. Menjunjung Tinggi Nilai Keluarga
Menghormati orangtua dan keluarga merupakan bagian dari pembentukan karakter. Pemimpin yang memiliki nilai moral diharapkan mampu membawa sikap tersebut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
3. Pangkas Praktik Dinasti Jabatan
Agus Flores menilai jabatan harus dijauhkan dari kesan dinasti. Setiap personel harus mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kemampuan, integritas dan prestasi.
4. Regenerasi Kapolda dan Kapolres
Regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam penyegaran organisasi. Gagasan pembatasan masa jabatan, termasuk sekitar 1,5 tahun, dinilai dapat membuka ruang bagi kader-kader terbaik untuk mendapatkan kesempatan memimpin.
5. Prestasi, Bukan Titipan atau Transaksi Jabatan
Agus Flores menegaskan pentingnya prinsip the right man on the right place. Personel berprestasi harus mendapatkan promosi berdasarkan kinerja dan kemampuan, bukan karena titipan ataupun transaksi jabatan.
6. Polisi Harus Berpihak kepada Masyarakat
Polisi harus hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Menurut Agus Flores, kekuatan Polri tidak hanya terletak pada kewenangan, tetapi juga pada kepercayaan rakyat.
7. Hukum Jangan Tebang Pilih
Penanganan perkara harus dilakukan secara adil dan profesional. Kaya atau miskin, memiliki jabatan atau masyarakat biasa, semuanya harus memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
8. Perkara Lama Harus Dituntaskan
Agus Flores menilai perkara lama perlu menjadi perhatian serius. Penegakan hukum idealnya tidak menunggu sebuah perkara menjadi viral terlebih dahulu. Setiap laporan dan perkara harus ditangani secara profesional sesuai prosedur.
9. Zero Narkoba di Indonesia
Pemberantasan narkoba harus menjadi agenda bersama. Semangat menuju Indonesia Zero Narkoba membutuhkan keberanian, konsistensi dan kerja sama seluruh elemen bangsa.
Agus Flores: Polri Harus Mendapat Kembali Kepercayaan Rakyat
Agus Flores menegaskan, sembilan poin tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni membangun Polri yang profesional, berintegritas, adil dan dicintai masyarakat.
“Polisi harus hadir untuk masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya merasakan kehadiran polisi ketika ada masalah. Kepercayaan rakyat harus dijaga,” demikian semangat yang disampaikan Agus Flores.
Ketua Umum FRN itu juga menilai regenerasi merupakan sesuatu yang penting dalam sebuah organisasi besar. Personel yang memiliki kemampuan dan prestasi harus diberikan ruang untuk berkembang.
“Jabatan adalah amanah, bukan komoditas. Prestasi harus dihargai dan hukum harus ditegakkan secara adil,” tegas Agus Flores.
FRN, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap setiap gagasan positif yang bertujuan memperkuat institusi Polri serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Agus Flores: Polri Profesional, Berintegritas, Dekat dengan Rakyat.
(Red)



















