Jakarta 30 September 2026 Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berlangsung semakin cepat menjadi perhatian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Di tengah perubahan tersebut, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menguasainya secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Pesan itu disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026 di Medan, Senin (28/9/2026).
Kapolri menilai kemajuan teknologi dan AI membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti tantangan baru di ruang digital, seperti penipuan daring, pencurian data, phishing, hoaks, disinformasi, deepfake, hingga berbagai bentuk kejahatan berbasis teknologi.
Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi semakin penting. Generasi muda dituntut mampu menyaring informasi, berpikir kritis, serta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” pesan Kapolri dalam kuliah umum tersebut.
Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Kapolri juga mendorong mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan teknologi yang begitu cepat menuntut generasi muda terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan beradaptasi.
Menurut materi yang disampaikan Kapolri, pemimpin masa depan harus mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Mahasiswa juga didorong mengambil peran sebagai agen perubahan, baik melalui bidang keilmuan masing-masing maupun melalui kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Dalam kehidupan kampus, generasi muda diharapkan mampu menjaga lingkungan yang aman dan kondusif, menolak narkoba, kekerasan, perundungan, intoleransi, serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu persatuan.
Bekal Menuju Indonesia Emas 2045
Pesan Kapolri tersebut tidak terlepas dari tantangan Indonesia menuju 2045. Generasi muda yang saat ini berada di bangku perguruan tinggi diproyeksikan akan menjadi bagian penting dari sumber daya manusia yang mengisi berbagai sektor kepemimpinan dan pembangunan.
Kapolri menempatkan momentum bonus demografi sebagai peluang yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa bahwa tahun 2045 akan menjadi momentum pembuktian bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kepemimpinan Indonesia.
Dengan demikian, pendidikan tinggi bukan hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik. Kampus juga menjadi ruang untuk membangun karakter, integritas, kepemimpinan, kreativitas, serta keberanian mengambil tanggung jawab.
Di tengah pesatnya perkembangan AI dan transformasi digital, generasi muda diharapkan mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan karya dan memberikan manfaat. Tantangannya bukan sekadar seberapa cepat teknologi berkembang, tetapi seberapa siap manusia menggunakannya secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
Pesan Kapolri tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang menguasai teknologi, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian mengambil peran bagi masyarakat dan bangsa
Tim



















