Polri

Selalu Cemerlang Ide Jendral Naga, Bukan Angka Kematian Seseorang, Tapi Hilangnya Sosok Dalam Keluarga Seumur Hidup Tak Ada Lagi

×

Selalu Cemerlang Ide Jendral Naga, Bukan Angka Kematian Seseorang, Tapi Hilangnya Sosok Dalam Keluarga Seumur Hidup Tak Ada Lagi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Sabtu, (19/9) Mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, Disapa Jendral Naga, Membagi Artikel Soal Keselamatan Jiwa Manusia

Jendral 91 ini mengatakan, bahwa Pada titik itu, hukum lalu lintas tidak lagi sekadar menjadi aturan tertulis. Hukum berubah menjadi kesadaran yang tumbuh dari dalam diri setiap pengguna jalan.

Satu Nyawa Berarti Satu Keluarga,
Agus juga mengingatkan bahwa setiap angka kecelakaan lalu lintas selalu menyimpan cerita manusia.

Satu korban kecelakaan bukan sekadar satu angka dalam laporan. Di balik satu korban, terdapat keluarga yang kehilangan sosok ayah, ibu, anak, pasangan, saudara, atau orang yang mereka cintai.

Kakorlantas Polri Siagakan Personel 24 Jam Pastikan Kelancaran Lalin
Satu kursi yang kosong di meja makan,  dapat menjadi gambaran paling sederhana tentang betapa mahalnya harga sebuah kecelakaan.

Karena itu, keberhasilan keselamatan jalan seharusnya tidak hanya terlihat dari statistik penindakan. Keberhasilan juga harus terlihat dari semakin banyaknya orang yang tiba di rumah dengan selamat.

Selama masih ada keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat kecelakaan lalu lintas, perjuangan keselamatan jalan belum selesai.

Pesan untuk Insan Polantas
Kepada seluruh insan Polantas, Agus menitipkan pesan agar setiap anggota menjalankan tugas dengan ketulusan dan kelembutan hati.

Seragam Polantas membawa tanggung jawab besar. Masyarakat melihat petugas sebagai wajah negara yang hadir langsung di tengah jalan raya.

Karena itu, Agus mengajak setiap anggota Polantas hadir sebagai penolong bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan sebagai pengingat bagi pengguna jalan yang melakukan kesalahan.

Namun, ada pesan lain yang tidak kalah penting: anggota Polantas juga harus menjaga keselamatan dirinya sendiri.

Di balik seragam seorang polisi terdapat keluarga yang menunggu. Ada anak yang menanti ayah atau ibunya pulang, ada pasangan yang menunggu di rumah, dan ada keluarga yang selalu berharap satu hal sederhana: anggota keluarga mereka kembali dengan selamat.

Baca Juga:  Gara gara Gedung Juang Di Kuasai Wismilak, Sering AF Didatangi Sosok Menyerupai Muhamad Jasin

Pesan untuk Pengguna Jalan
Agus Suryonugroho juga mengajak seluruh pengguna jalan membangun budaya keselamatan dari diri sendiri.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu mematuhi aturan lalu lintas hanya karena takut terhadap denda, petugas, maupun kamera pengawas.

Kesadaran keselamatan harus muncul karena setiap nyawa memiliki nilai yang tidak tergantikan.

Karena itu, pengendara sepeda motor perlu menggunakan helm dengan benar. Pengemudi mobil perlu menggunakan sabuk keselamatan.

Setiap pengguna jalan juga perlu menjaga kecepatan dan mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara.

Ketika mata mulai lelah, pengendara harus berani berhenti dan beristirahat.

Perjalanan dapat berlanjut setelah tubuh kembali siap. Namun, satu keputusan ceroboh dapat mengubah kehidupan seseorang dan keluarganya untuk selamanya.

Pesan untuk Pengemudi Ojek Online
Agus memberikan perhatian khusus kepada para pengemudi ojek online.

Ia menyebut para pengemudi ojol sebagai bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat sekaligus mitra strategis dalam membangun keselamatan jalan.

Setiap hari, para pengemudi ojol menghadapi tekanan waktu, cuaca, kepadatan lalu lintas, serta tuntutan memenuhi target pendapatan.

Namun, Agus mengingatkan bahwa tidak ada nominal rupiah atau target perjalanan yang sebanding dengan keselamatan jiwa.