Polri

Mau Buat Bagaimana Sabotase, Presiden dan Kapolri, Tetap Saja Rakyat Cinta Mereka, Sekarang Metodenya Bakar Hutan

×

Mau Buat Bagaimana Sabotase, Presiden dan Kapolri, Tetap Saja Rakyat Cinta Mereka, Sekarang Metodenya Bakar Hutan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pembakaran Hutan, Bagian Dari Sabotase Para Anti Pemerintah, untuk Mencoba Menggulingkan Presiden Prabowo dan Kapolri, dan hal itu sudah terbaca, bahkan Rakyat sudah tau gerakan ini.

” Mungkin Selain Bakar Hutan, apalagi Ide mereka, apakah tidak laut ditaruh racun aja, biar puas, tapi kalau Allah Menjaga Pemimpin kita, tidak ada yang bisa merubah itu, ” ujar Ketum Dikenal Memimpin Organisasi Respon Cepat Se Indonesia ini. Minggu (23/8).

Salah Satu Langkah di Lakukan Pemerintag dalam hal ini Kepolisian, Penanganan kondisi hutan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menjadi perhatian serius Ketua Umum Fast Respon, R.Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo atau yang akrab disapa Agus Flores. Sejak sebelum kejadian hingga pascakebakaran hutan, Agus Flores mengaku terus melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan.

Agus Flores menegaskan, istilah “pembakaran” yang digunakannya merujuk pada dugaan adanya pihak yang melakukan pembakaran atau sabotase terhadap kawasan hutan, terlebih kondisi cuaca panas dan fenomena El Nino dinilai dapat mempercepat meluasnya api.

“Dari awal pra kejadian sampai pascapembakaran hutan kemarin di Kalteng, saya selalu monitor. Kenapa saya katakan pembakaran? Karena ada yang melakukan pembakaran dalam situasi cuaca panas dan El Nino,” ujar Agus Flores.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., beserta seluruh jajaran yang dinilai telah bekerja keras dalam menangani situasi tersebut.

Menurut Agus Flores, hasil pemantauan yang dilakukannya menunjukkan kondisi di sejumlah wilayah yang terdampak mulai mengalami perkembangan positif. Bahkan, ia menyebut sekitar 70 persen kondisi hutan mulai stabil.

“Syukur Alhamdulillah, Bapak Kapolda Kalteng beserta jajarannya mampu mengatasinya. Bahkan 70 persen kondisi hutan sudah mulai stabil,” tegasnya. Minggu, (23/8/26).

Baca Juga:  Lapor Pak Kapolri, Brimob Bali BKO Polda NTT Siapkan Air Bersih dan Makan Malam Bagi Pengungsi Terdampak Gempa di Flores

Agus Flores juga mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi yang beredar di dunia maya belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Saya tidak terlalu percaya di medsos. Banyak hoaks yang ditambah-tambahkan. Ternyata ketika dilihat di lapangan, kondisinya berbeda,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama ketika menyikapi informasi terkait bencana, kebakaran hutan, maupun persoalan lingkungan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Mari kita bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya.”

Agus Flores menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanganan kondisi hutan di Kalimantan Tengah.